POSKOTA.CO.ID - Memasuki kuartal ketiga tahun 2025, dunia pendidikan Indonesia digantungkan pada sebuah pertanyaan besar: kapankah gelombang rekrutmen guru profesional berikutnya akan dimulai?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) hingga saat ini masih menyimpan kabar tersebut, menyisakan kecemasan dan antusiasme bagi ribuan calon pendidik masa depan.
Fokus pemerintah saat ini masih tercurah sepenuhnya pada program PPG Guru Tertentu, yang menyasar 800 ribu guru dalam jabatan.
Program besar ini dikabarkan akan segera mencapai garis finisnya pada akhir tahun 2025, menandai berakhirnya sebuah chapter penting dalam upaya peningkatan kualifikasi guru Indonesia.
Baca Juga: Contoh Kunci Jawaban Studi Kasus PPG 2025 Kelas 1 SD, Pengalaman Nyata Ditulis Maksimal 500 Kata
Namun, di balik ketidakpastian itu, sebuah sinyal kuat justru muncul dari pernyataan resmi pejabat tinggi Kemendikdasmen.
Dirjen GTK, Nunuk Suryani, secara gamblang menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun transisi menuju sebuah era baru, di mana PPG Prajabatan akan menjadi satu-satunya jalan bagi calon guru untuk menyandang gelar profesional.
Momen Transisi: Dari PPG Guru Tertentu ke PPG Prajabatan
Sejak beberapa tahun terakhir, prioritas Kemendikdasmen tertumpu pada penyelenggaraan PPG Guru Tertentu, sebuah program yang menyasar 800 ribu guru dalam jabatan yang belum memiliki sertifikat pendidik.
Kabar yang beredar menyebutkan program ini ditargetkan berakhir pada 2025, dengan penekanan agar seluruh peserta wajib lulus.
“Jadi tahun 2026 itu penuntasannya dan setelah itu PPG hanya untuk calon guru,” tegas Nunuk Suryani dalam sebuah tayangan video resmi di YouTube Kemendikdasmen.
Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa pendaftaran untuk PPG Prajabatan diproyeksikan baru akan dibuka secara resmi pada tahun 2026.