Mantan Kepala BIN Hendropriyono Sebut Demonstrasi di DPR Tidak Lepas dari Intervensi Campur Tangan Asing

Jumat 29 Agu 2025, 16:07 WIB
Hendropriyono komentar dugaan kericuhan di DPR adanya campur tangan asing di Indonesia.(Instagram/@am.hendropriyono)

Hendropriyono komentar dugaan kericuhan di DPR adanya campur tangan asing di Indonesia.(Instagram/@am.hendropriyono)

POSKOTA.CO.ID - Mantan Kepala BIN itu menegaskan bahwa bentrokan bukanlah murni gerakan rakyat, melainkan terdapat indikasi keterlibatan aktor asing yang memanfaatkan jaringan di dalam negeri.

Pandangannya membuka diskusi mengenai pola intervensi global yang kini bergerak lewat jalur ekonomi, politik, hingga manipulasi gerakan sosial.

Pernyataan Hendropriyono Usai Temui Presiden Prabowo

Melansir dari berbagai sumber kericuhan di depan Gedung DPR RI pada akhir Agustus 2025 menyisakan berbagai pertanyaan. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Purn) A.M. Hendropriyono, akhirnya angkat bicara mengenai hal ini.

Baca Juga: Ayu Ting Ting Berani Buka Suara Soal Brimob yang Lindas Affan Kurniawan, Langsung Tuai Pujian Netizen

“Karena saya tahu, saya nggak lebih pintar dari kalian, saya tidak lebih pintar. Tapi saya mengalami semua, dan ini ada yang main, pada waktunya saya sampaikan namanya,” ungkap Hendropriyono setelah menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, 28 Agustus 2025.

Menurutnya, kericuhan tersebut bukanlah sekadar bentuk ekspresi rakyat, melainkan ada intervensi asing yang bermain dari balik layar.

Pola Intervensi Asing di Indonesia

Hendropriyono menilai aktor asing itu tidak hadir secara langsung, melainkan menggerakkan kaki tangan mereka di dalam negeri. Bahkan, kata dia, sebagian besar masyarakat yang ikut dalam aksi tidak menyadari bahwa mereka sedang diperalat.

Ia menyebut pola kebijakan serta arah tuntutan dalam berbagai aksi sering kali memiliki keterkaitan dengan kepentingan asing. “Langkah-langkah yang terjadi di dalam negeri seperti sudah terskenario dan senantiasa sesuai dengan agenda kelompok kapitalis global,” jelasnya.

Baca Juga: Media Asing Angkat Peristiwa Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob saat Aksi Demo Jakarta

Bentuk Penjajahan Baru: Ekonomi, Politik, dan Sosial

Lebih jauh, Hendropriyono menegaskan bahwa tujuan intervensi asing tidak pernah berubah sejak dahulu, yakni menjajah bangsa lain. Bedanya, metode yang digunakan kini bukan lagi perang senjata, melainkan melalui:

  • Instrumen ekonomi - menguasai pasar dan sumber daya
  • Instrumen politik - mengatur arah kebijakan dalam negeri
  • Instrumen sosial - memanipulasi gerakan rakyat untuk kepentingan global

Pola penjajahan modern ini, menurutnya, justru lebih berbahaya karena mampu melumpuhkan kedaulatan tanpa disadari oleh masyarakat luas.


Berita Terkait


News Update