BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Saifuddin Siroj meminta orang tua lebih peka dan tidak abai dalam mengawasi anak-anaknya supaya tercegah dari tindak asusila.
Menurutnya, banyak korban pencabulan memilih diam, karena aib. Kondisi ini membuat anak menutupi pengalaman pahitnya dan enggan melapor.
“Ini sebenarnya yang paling mengerti kondisi anak itu masuk ke psikologis yang ekstrem adalah ibunya. Tentu harus ditanya, dicek, dan dideteksi sejak dini di keluarga. Kalau ada pendekatan seperti ini, insya Allah anak akan mau mengakui,” kata Saifuddin kepada Poskota, Jumat, 29Agustus 2025.
Ia menegaskan, peran keluarga, khususnya orang tua, menjadi kunci utama dalam mencegah maupun mendeteksi kasus kekerasan seksual terhadap anak.
Baca Juga: Asusila Anak di Bekasi Marak, Ketua MUI Ingatkan Orang Tua Jangan Abai
“Yang paling mengetahui itu orang tua. Maka orang tua inilah faktor penting dalam menjaga keamanan anak-anak,” ucapnya.
Saifuddin menuturkan, MUI Kota Bekasi belum pernah menerima laporan resmi terkait kasus pencabulan anak.
Namun, pihaknya tetap aktif melakukan pencerahan melalui media maupun kegiatan edukasi, terutama perundungan serta pergaulan bebas di kalangan pelajar SD, SMP, hingga SMA.
“Kami sering menyuarakan persoalan ini juga kepada kawan-kawan di Kesbangpol. Tujuannya untuk mereduksi gejala sosial yang bisa berimbas pada degradasi moral dan akhlak anak,” jelasnya.
Baca Juga: Acara Pesona Nusantara Bekasi Keren Ditunda, Wali Kota Sebut Bentuk Empati
Lebih lanjut, Saifuddin menekankan orang tua wajib mengawasi anak-anak, mulai dari cara belajar, penggunaan waktu, hingga pergaulan mereka.