Berbeda dengan kata sandi atau email yang bisa diganti, data biometrik seperti retina bersifat permanen dan tidak bisa diubah.
Jika data ini bocor, dampaknya bisa bersifat jangka panjang. Beberapa risiko pengumpulan data biometrik tanpa transparansi yang jelas antara lain:
- Penyalahgunaan untuk pengawasan massal
- Perdagangan data ke pihak ketiga
- Potensi serangan siber yang menyasar data biometrik
- Pelacakan aktivitas online atau fisik individu
Klarifikasi dari Pihak World App
Menanggapi kekhawatiran tersebut, pihak Worldcoin menyatakan bahwa Orb tidak menyimpan gambar retina pengguna dan hanya menghasilkan 'kode kriptografik' unik yang digunakan untuk verifikasi.
Selain itu, pengguna juga diberikan opsi untuk tidak mengaitkan World ID mereka dengan identitas pribadi seperti nama atau email.
Namun, banyak pihak menilai pernyataan ini belum cukup meyakinkan, terutama bagi masyarakat yang belum memahami teknologi blockchain dan keamanan data digital.
Siapa di Balik World App?
Sam Altman, CEO dari OpenAI, adalah tokoh di balik Worldcoin dan World App. Ia dikenal sebagai sosok inovatif yang berhasil membawa teknologi ChatGPT ke panggung dunia.
Kini dengan World App, Altman ingin menjawab tantangan dari era AI, bagaimana memastikan bahwa manusia tetap menjadi identitas utama di tengah gempuran konten dan akun yang digerakkan oleh mesin.
Dalam pernyataannya, Altman menyatakan bahwa tujuan World App adalah menjaga keistimewaan manusia di dunia digital yang semakin otomatis.
World App memang menawarkan terobosan baru dalam identitas digital dan memberikan insentif nyata bagi pengguna.
Namun, penting bagi masyarakat untuk tetap kritis dan waspada, terutama saat menyangkut data pribadi yang sangat sensitif seperti biometrik retina.
Langkah pemerintah membekukan sementara layanan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan data pribadi adalah prioritas.
Bagi pengguna, penting untuk membaca kebijakan privasi, memahami potensi risikonya, dan tidak tergiur semata oleh imbalan materi.