Kapolrestabes Semarang Keukeuh Korban Penembakan Siswa SMKN 4 Merupakan Anggota Gengster Bahkan Dibiayai Judol

Selasa 03 Des 2024, 20:54 WIB

POSKOTA.CO.ID - Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar keukeuh meyakini bahwa siswa SMKN 4 Semarang, berinisial GRO adalah anggota gengster.

Tidak hanya itu, dihadapan Komisi III DPR RI, Irwan pun mengungkapkan bahwa gengsternya itu dibiayai dari situs judi online (judol).

Hal itu diungkapkan Irwan saat RDPU bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Desember 2024.

Awalnya, anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsy menanyakan keterlibatan Gamma Rizkynata Oktafandy dalam gangster. Lantas, Irwan pun mengatakan bahwa istilah gangster itu dibuat oleh para anak-anak.

"Jadi di kota Semarang itu, setidaknya ada gangster-gangster yang tergabung dalam koalisi," terang Irwan.

Menurut dia, sejumlah geng pemuda di Semarang terdiri dari satu koalisi besar yang memiliki kelompok-kelompok kecil di bawahnya. Uang dari situs judi online itu, kata dia, didapat dari kegiatan promosi-promosi situs judi online ke kelompok-kelompok tersebut.

"Uang ini dipergunakan untuk membeli senjata tajam, membeli minuman keras, kemudian menyewa vila untuk rekreasi, itu dimanfaatkannya dari uang yang didapat dari judi online," bebernya.

Pada 2024 ini, dia mencatat ada sebanyak 47 kasus perkelahian remaja yang ditangani oleh kepolisian. Dari sejumlah kasus itu, ada pelaku yang diproses hukum dan ada yang dikembalikan ke orang tuanya.

Dalam rapat tersebut, mengenai penembakan tersebut bermula dari adanya dua kelompok yang diduga hendak tawuran. Namun setibanya di lokasi yang telah ditentukan, salah satu kelompok membawa senjata tajam dan membuat kelompok lainnya mundur hingga tawuran tidak terjadi.

Dari momen itu, ada aksi kejar-kejaran antara tiga sepeda motor mengejar satu sepeda motor. Kemudian Aipda RZ berpapasan dengan aksi kejar-kejaran itu, bahkan motornya sempat dipepet oleh satu sepeda motor yang dikejar oleh kelompok lainnya.

Lalu satu sepeda motor yang dikejar itu bersembunyi di dalam sebuah gang, hingga menyebabkan tiga sepeda motor berbalik arah. Ketika berbalik, Aipda RZ melakukan penembakan terhadap kelompok tersebut hingga menimbulkan korban yang merupakan siswa SMK berinisial GRO.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Pol Aris Suprioyono yang juga ikut dalam rapat denagr pendapat tersebut mengungkapkan bahwa kasus penembakan terhadap siswa SMK berinisial GRO oleh oknum polisi Aipda RZ tak terkait dengan adanya tawuran.

Menurutnya, Aipda RZ melakukan penembakan karena dia melihat ada satu pengendara motor yang dikejar oleh pengendara motor lainnya, yang diduga merupakan kelompok hendak tawuran.

Selain itu, kata dia, motor Aipda RZ pun dipepet oleh salah satu pengendara motor itu. "Terduga pelanggar (Aipda RZ) menunggu tiga orang ini putar balik, kurang lebih seperti itu dan terjadilah penembakan," kata Aris. Bahkan Aipda RZ melakukan penembakan sebanyak empat kali.

 

 

 

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp Poskota agar tak ketinggalan update berita setiap hari. 

 


Berita Terkait


News Update