Haniva juga menilai pendekatan keagamaan dan kultural melalui program Manggarai Bershalawat memiliki potensi memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Keterlibatan tokoh agama, majelis taklim, dan masyarakat dapat menjadi sarana membangun komunikasi serta mendorong penyelesaian konflik tanpa kekerasan.
"Langkah ini sejalan dengan teori kriminologi yang menekankan pentingnya penguatan modal sosial dalam mencegah kekerasan kolektif. Ketika tokoh agama, majelis taklim, dan warga dapat duduk bersama, potensi konflik bisa ditekan," bebernya.
Meski demikian, Haniva mengingatkan bahwa perubahan perilaku masyarakat yang telah terbiasa dengan budaya konflik membutuhkan proses panjang. Karena itu, keberadaan ring tinju dan berbagai program sosial lainnya perlu dijalankan secara berkelanjutan agar manfaatnya tidak berhenti sebatas penyediaan fasilitas atau kegiatan seremonial.
