Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Yayan Sofiyan menjelaskan, mobilisasi personel dibagi menjadi empat tahap dengan melibatkan satuan TNI AL dari Jakarta maupun luar daerah.
Tahap pertama telah dimulai pada 2 November 2026 dengan mengerahkan 2.100 personel dari satuan yang telah berada di Jakarta. Pasukan tersebut berasal dari Korps Marinir, Koarmada I, Kodaeral III, dan Kolinlamil.
Baca Juga: Pascapenggerebekan Kampung Bahari, Pramono Anung Minta Kawasan Langsung Ditata
Selanjutnya, pada 4 November 2026, sebanyak 5.740 personel dari luar Jakarta dikerahkan melalui tahap kedua dan ketiga.
Sementara itu, pada tahap keempat, TNI AL menyiapkan 13.140 personel dari Mabesal dan jajaran wilayah Jakarta. Ribuan personel tersebut ditempatkan dalam status siaga penuh di markas masing-masing.
“Seluruh personel yang dikerahkan nantinya berada di bawah kendali operasi (BKO) Kodam Jaya,” ucapnya.
Di sisi lain, Mabes TNI menyatakan pergeseran pasukan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan militer untuk mendukung pengamanan seiring perkembangan situasi nasional.
Baca Juga: Angkat Masalah Sampah di Forum CityNet, Pramono Anung Rencanakan Bangun 3 PLTSa
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas juga menegaskan, pengerahan personel merupakan kegiatan yang lazim dilakukan TNI dalam menjalankan tugas menjaga keamanan serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yg berlaku," jelasnya. (M4)
