TNI Kerahkan Ribuan Personel ke Jakarta, Pramono Anung: Pemprov DKI Dukung Pengamanan

Rabu 04 Nov 2026, 21:42 WIB
Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Sumber: Poskota/Syifa)
Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Sumber: Poskota/Syifa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan terhadap pengerahan 20.980 personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk memperkuat pengamanan di wilayah ibu kota.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari kewenangan pemerintah pusat dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara.

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung penuh upaya pengamanan yang dilakukan TNI. Terlebih, Jakarta memiliki posisi strategis sebagai ibu kota negara, kota global, sekaligus pusat perekonomian nasional.

"Urusan yang berkaitan dengan keamanan dan pertahanan itu memang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Sehingga dengan demikian, Pemerintah DKI Jakarta memberikan support, mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan untuk pengamanan di Ibu Kota ini," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu, 4 November 2026.

Baca Juga: Pramono Anung Tegaskan Pembangunan Jakarta Tak Berhenti Meski Gubernur Berganti

Ia menilai, penguatan pengamanan di Jakarta menjadi hal penting mengingat berbagai fungsi strategis yang dimiliki ibu kota.

Namun, Pramono mengaku tidak ingin mencampuri lebih jauh isu maupun perkembangan situasi yang melatarbelakangi pengerahan personel TNI AL tersebut.

"Sebagai Gubernur saya tidak ingin masuk pada wilayah hal yang berkaitan dengan apa yang berkembang terakhir-terakhir ini. Tetapi intinya, apa pun Jakarta ini adalah ibu kota negara, kota global, pusat perekonomian nasional," ujarnya.

Baca Juga: Lantik Ribuan PNS Baru, Pramono Anung Komitmen Buka Ruang Lebih Luas bagi Penyandang Disabilitas

Pengerahan 20.980 Personel TNI AL Dibagi Empat Tahap

Sebelumnya, TNI AL merencanakan pengerahan sebanyak 20.980 personel untuk memperkuat pengamanan dan mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah DKI Jakarta.

Pengerahan pasukan tersebut dilakukan secara bertahap berdasarkan instruksi melalui Surat Telegram Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.


Berita Terkait


News Update