Usai Kecelakaan Maut Truk Molen, Halte Depan Kampus BSI Bekasi Diusulkan Pindah

Rabu 04 Nov 2026, 21:37 WIB
Bus Transjakarta menaikkan penumpang di depan halte BSI, Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu, 4 November 2026. (Sumber: Poskota/Dini Aghnny)
Bus Transjakarta menaikkan penumpang di depan halte BSI, Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu, 4 November 2026. (Sumber: Poskota/Dini Aghnny)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Keberadaan halte di depan Kampus BSI, Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, menjadi sorotan setelah kecelakaan maut truk molen yang menewaskan enam orang pada Minggu, 1 November 2026.

Lokasi halte tersebut dinilai kurang aman sehingga muncul usulan agar fasilitas pemberhentian bus itu dipindahkan ke tempat yang lebih representatif.

Petugas keamanan Kampus BSI, Supriyo, menilai lokasi halte saat ini kurang memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak menunggu bus. Terlebih, kondisi lalu lintas di Jalan Cut Mutia cukup padat dan kendaraan kerap melaju dengan kecepatan tinggi.

Ia mengusulkan agar halte dipindahkan ke area sekitar SPBU Shell yang lokasinya tidak jauh dari halte saat ini.

Baca Juga: Halte Kampus BSI Bekasi Kembali Digunakan, Bunga Duka Masih Terlihat di Lokasi Kecelakaan

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki lahan yang lebih luas dan dilengkapi trotoar sehingga dinilai lebih layak untuk dijadikan tempat pemberhentian bus.

"Kalau di sini kurang aman. Di dekat Shell itu ada lahan yang lebih luas dan ada trotoar juga," ujar Supriyo kepada Poskota, Rabu, 4 November 2026.

Selain mempertimbangkan aspek keselamatan, Supriyo berharap halte nantinya dilengkapi fasilitas penunjang seperti bangku dan tempat berteduh. Dengan begitu, masyarakat yang menunggu angkutan umum dapat merasa lebih nyaman.

"Kalau orang yang menunggu dikasih tempat duduk dan berteduh kan juga bisa lebih nyaman," katanya.

Baca Juga: Jalan Cut Mutia Bekasi Rawan Kecelakaan, Warga Soroti Kendaraan Kerap Melaju dengan Kecepatan Tinggi

Supriyo juga menyoroti kondisi lalu lintas di Jalan Cut Mutia yang dinilai perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, kendaraan kerap melaju dengan kecepatan tinggi, terutama ketika lampu lalu lintas berubah menjadi hijau.


Berita Terkait


News Update