BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Aktivitas turun dan naik penumpang bus di halte Kampus BSI, Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, kembali berjalan setelah kecelakaan maut truk molen yang menewaskan enam orang.
Berdasarkan pantauan Poskota di lokasi pada Rabu, 4 November 2026, sejumlah masyarakat masih memanfaatkan kawasan halte tersebut untuk menunggu, naik, dan turun bus.
Meski demikian, aktivitas penumpang terlihat sedikit bergeser dari titik halte yang sebelumnya menjadi lokasi kecelakaan. Masyarakat tampak menyesuaikan posisi untuk menghindari area yang terdampak insiden tersebut.
Sementara itu, garis polisi masih terpasang di sekitar lokasi kejadian. Kondisi tembok yang roboh dan pagar yang rusak akibat hantaman truk molen juga belum sepenuhnya diperbaiki.
Baca Juga: Jalan Cut Mutia Bekasi Rawan Kecelakaan, Warga Soroti Kendaraan Kerap Melaju dengan Kecepatan Tinggi
Di sekitar titik kecelakaan, sejumlah bunga tabur dan bunga tangkai terlihat diletakkan oleh masyarakat. Bunga-bunga tersebut menjadi bentuk simpati dan penghormatan terhadap para korban kecelakaan maut.
Petugas keamanan Kampus BSI, Supriyo, mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa yang meletakkan bunga tersebut. Namun, menurutnya, bunga itu kemungkinan merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap para korban.
"Kalau itu kan mungkin simpati saja. Biasanya kalau naruh bunga itu simpati, bisa juga mungkin kerabat atau tetangga yang simpati," kata Supriyo saat ditemui di sekitar lokasi, Rabu, 4 November 2026.
Diketahui, kecelakaan maut yang melibatkan truk molen tersebut terjadi pada Minggu, 1 November 2026. Truk molen menabrak sejumlah orang yang berada di sekitar halte depan Kampus BSI, Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi.
Baca Juga: Antisipasi Kecelakaan, Truk Pengangkut Bahan Bangunan di Serang Ditertibkan
Insiden tersebut mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
