POSKOTA.CO.ID - Sekitar 100 ribu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperkirakan dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di Jakarta dan sekitarnya. Penebalan kekuatan militer tersebut dinilai sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan stabilitas keamanan di tengah perkembangan sejumlah kasus hukum yang menyeret petinggi Polri.
Analis Politik dan Militer Universitas Nasional, Slamet Ginting, memperkirakan pengerahan personel tersebut melibatkan tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
Menurut Slamet, penambahan kekuatan personel perlu dilihat dalam konteks perkembangan situasi politik dan keamanan nasional. Dia menduga aparat keamanan dan intelijen telah mengantisipasi kemungkinan munculnya pergerakan massa dari berbagai daerah menuju Ibu Kota.
"Saya perkirakan sekitar 100 ribu personel TNI akan menjaga ibu kota negara ini," ujar Slamet kepada Pos Kota, Rabu, 4 November 2026.
Baca Juga: TNI Buka Suara soal Pengerahan Pasukan ke Jakarta
Slamet merinci, dari total perkiraan 100 ribu personel tersebut, sekitar 65 ribu berasal dari TNI AD, 20 ribu personel TNI AL, dan 15 ribu lainnya merupakan prajurit TNI AU.
Dia menilai pengerahan kekuatan militer itu berkaitan dengan upaya mengantisipasi kemungkinan munculnya perlawanan dari kelompok-kelompok tertentu di tengah dinamika politik dan hukum yang berkembang.
"Untuk mengantisipasi situasi perlawanan-perlawanan yang kemungkinan akan dilakukan oleh kubu Jokowi maupun Listyo Sigit Prabowo," kata Slamet.
Lebih lanjut, Slamet mengatakan perkembangan kasus hukum yang menyeret sejumlah petinggi kepolisian berpotensi memunculkan dinamika politik dan keamanan. Dalam situasi tersebut, dia menilai TNI perlu memberikan dukungan kepada kepolisian untuk menjaga stabilitas nasional.
Baca Juga: Puluhan Ribu Prajurit TNI Dikerahkan ke Jakarta, Ada Apa? Heboh Isu Dugaan Siaga 1
Soroti Kesiapan Personel TNI AL
Selain memperkirakan jumlah keseluruhan personel yang dikerahkan, Slamet juga menyoroti kesiapan kekuatan TNI AL. Berdasarkan informasi yang dimilikinya, terdapat sekitar 13.140 personel TNI AL yang disiagakan untuk mendukung pengamanan.
