Pengamat Sebut 100 Ribu Personel TNI Disiagakan di Jakarta untuk Antisipasi Gangguan Keamanan

Rabu 04 Nov 2026, 21:14 WIB
Puluhan ribu TNI dikerahkan ke Jakarta untuk menjaga keamanan negara. (Sumber: Pexels/Heru Dharma)
Puluhan ribu TNI dikerahkan ke Jakarta untuk menjaga keamanan negara. (Sumber: Pexels/Heru Dharma)

POSKOTA.CO.ID - Sekitar 100 ribu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperkirakan dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di Jakarta dan sekitarnya. Penebalan kekuatan militer tersebut dinilai sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan stabilitas keamanan di tengah perkembangan sejumlah kasus hukum yang menyeret petinggi Polri.

Analis Politik dan Militer Universitas Nasional, Slamet Ginting, memperkirakan pengerahan personel tersebut melibatkan tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).

Menurut Slamet, penambahan kekuatan personel perlu dilihat dalam konteks perkembangan situasi politik dan keamanan nasional. Dia menduga aparat keamanan dan intelijen telah mengantisipasi kemungkinan munculnya pergerakan massa dari berbagai daerah menuju Ibu Kota.

"Saya perkirakan sekitar 100 ribu personel TNI akan menjaga ibu kota negara ini," ujar Slamet kepada Pos Kota, Rabu, 4 November 2026.

Baca Juga: TNI Buka Suara soal Pengerahan Pasukan ke Jakarta

Slamet merinci, dari total perkiraan 100 ribu personel tersebut, sekitar 65 ribu berasal dari TNI AD, 20 ribu personel TNI AL, dan 15 ribu lainnya merupakan prajurit TNI AU.

Dia menilai pengerahan kekuatan militer itu berkaitan dengan upaya mengantisipasi kemungkinan munculnya perlawanan dari kelompok-kelompok tertentu di tengah dinamika politik dan hukum yang berkembang.

"Untuk mengantisipasi situasi perlawanan-perlawanan yang kemungkinan akan dilakukan oleh kubu Jokowi maupun Listyo Sigit Prabowo," kata Slamet.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan perkembangan kasus hukum yang menyeret sejumlah petinggi kepolisian berpotensi memunculkan dinamika politik dan keamanan. Dalam situasi tersebut, dia menilai TNI perlu memberikan dukungan kepada kepolisian untuk menjaga stabilitas nasional.

Baca Juga: Puluhan Ribu Prajurit TNI Dikerahkan ke Jakarta, Ada Apa? Heboh Isu Dugaan Siaga 1

Soroti Kesiapan Personel TNI AL

Selain memperkirakan jumlah keseluruhan personel yang dikerahkan, Slamet juga menyoroti kesiapan kekuatan TNI AL. Berdasarkan informasi yang dimilikinya, terdapat sekitar 13.140 personel TNI AL yang disiagakan untuk mendukung pengamanan.

Kesiapan tersebut, menurut dia, turut didukung pengerahan dua kapal perang, yakni KRI Makassar-590 dan KRI dr. Soeharso yang merupakan kapal bantu rumah sakit.

Slamet juga mengamati adanya perubahan penggunaan seragam di kalangan prajurit TNI yang bertugas. Dia menyebut personel yang sebelumnya menggunakan pakaian dinas harian kini terlihat mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL).

"Ya, tentu saja mereka siaga. Kalau kita lihat, enggak ada lagi hari ini atau dari malam itu, tentara yang menggunakan pakaian dinas harian, enggak ada. Sekarang sudah menggunakan pakaian dinas lapangan," ungkapnya.

Baca Juga: Letjen TNI Ariyo Windutomo Siapa? Ini Profil dan Rekam Jejak Plt KSP yang Ditunjuk Prabowo Gantikan Listyo Sigit

Menurut Slamet, kesiapan pengamanan tidak hanya melibatkan pasukan tempur, tetapi juga satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi.

Dia turut menyoroti dugaan penyiapan kebutuhan logistik oleh Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan. Menurutnya, langkah tersebut mengindikasikan adanya antisipasi terhadap kemungkinan situasi darurat yang membutuhkan kesiapan personel maupun dukungan operasional.


Berita Terkait


News Update