TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Polresta Tangerang terus mengintensifkan upaya penanganan masalah ketenagakerjaan di wilayahnya. Melalui kolaborasi antara Satuan Binmas Polresta Tangerang dan LPK Gyokai, lima orang tenaga kerja resmi disalurkan ke PT Tanah Indah Karya, sebuah perusahaan manufaktur mainan yang beroperasi di Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Penyaluran ini merupakan implementasi nyata dari program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), sebuah inisiatif prioritas dari jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk membantu mengatasi persoalan pengangguran serta menekan angka kemiskinan di daerah.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada, menegaskan bahwa para calon pekerja tidak langsung diterjunkan ke dunia kerja tanpa pembekalan. Sebelum ditempatkan di perusahaan penerima, seluruh peserta wajib mengikuti rangkaian pelatihan soft skill dan keterampilan teknis yang dirancang khusus.
Baca Juga: Pola Asuh hingga Ekonomi Masih Bayangi Stunting, Dinkes Tangerang Pastikan Angka Tetap di 5,1 Persen
"Sebelum disalurkan, para calon pekerja kami berikan pembinaan dan pelatihan terlebih dahulu selama satu hingga dua bulan. Langkah ini penting agar mereka benar-benar siap dan memiliki keahlian yang relevan saat mulai bekerja di perusahaan," ujar Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada.
Proses pembekalan ini terwujud berkat kemitraan strategis dengan LPK Gyokai sebagai lembaga pelatihan kerja. CEO LPK Gyokai, Teguh Imam Pambudi, menyatakan komitmen penuh lembaganya untuk terus mendukung Polresta Tangerang dalam menggembleng potensi para pencari kerja lokal.
"Pelatihan hingga proses penyaluran ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan skill calon pekerja terasah sesuai kebutuhan industri. Kami berharap program Poliran ini dapat berdampak signifikan dalam mengurangi angka pengangguran dan mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah hukum Polresta Tangerang," ungkap Teguh.
Melalui sinergi antara aparat kepolisian, lembaga pelatihan, dan sektor industri manufaktur ini, program Poliran diharapkan dapat menjadi model berkelanjutan dalam menyerap tenaga kerja lokal secara efisien dan tepat sasaran.
