Kabupaten Bekasi jadi Titik Peluncuran Gebyar Pap Smear JKN BPJS Kesehatan 2026

Kamis 29 Okt 2026, 15:47 WIB
Pembukaan Gebyar Pap Smear JKN Serentak 2026 di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jabar, Kamis, 29 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Pemkab Bekasi)
Pembukaan Gebyar Pap Smear JKN Serentak 2026 di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jabar, Kamis, 29 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Pemkab Bekasi)

Ia menambahkan salah sebuah tantangan dalam pemeriksaan kanker serviks adalah masih adanya rasa malu, takut, dan enggan di kalangan perempuan. Oleh karena itu, edukasi melalui tenaga kesehatan, kader PKK, dan berbagai unsur masyarakat perlu diperkuat agar perempuan lebih terbuka untuk memeriksakan kesehatannya.

“Rasa cemas, malu, dan enggan itu harus kita hilangkan melalui edukasi. Ketika perempuan mendapatkan pemahaman yang benar dan dukungan dari lingkungan sekitarnya, diharapkan mereka tidak lagi ragu untuk melakukan pemeriksaan,” tuturnya.

Abdi menegaskan, deteksi dini merupakan langkah penting untuk mengetahui potensi penyakit sebelum berkembang ke tahap yang lebih serius. Peserta yang teridentifikasi memiliki risiko melalui skrining riwayat kesehatan perlu menindaklanjuti hasil tersebut dengan pemeriksaan medis lebih lanjut sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

“Semakin cepat diketahui, semakin cepat diobati, dan semakin cepat pula ditangani. Persoalannya adalah ketika penyakit baru diketahui saat sudah memasuki stadium lanjut, sehingga penanganannya menjadi jauh lebih sulit,” katanya.

Selain kanker serviks, BPJS Kesehatan juga mendorong penguatan upaya promotif dan preventif terhadap berbagai penyakit lain, termasuk kanker paru dan kanker payudara. Langkah tersebut merupakan bagian dari pengembangan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan pencegahan, deteksi dini, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko penyakit.

Abdi berharap pelaksanaan Gebyar Papsmear JKN dapat menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara BPJS Kesehatan, IBI, PKK, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan kesehatan perempuan Indonesia.

“Mari kita bersama-sama menjadi corong pemerintah untuk menyampaikan pentingnya upaya promotif dan preventif. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Gebyar Papsmear JKN ini. Semoga ikhtiar dan kolaborasi kita membawa manfaat bagi kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Murti Utami Andyanto mengingatkan program ini tidak hanya sampai di deteksi awal tapi juga memersiapkan langkah lanjutannya bila ditemukan kanker serviks.

“Maka bagaimana mendorong agar masyarakat melakukan pelayanan lanjutan setelahnya. Perlu dorongan seluruh pihak atas hal ini,” tutur dia.

Murti juga mengusulkan pemeriksaan tidak sebatas papsmear namun juga deteksi terhadap kanker payudara yang juga mematikan di Indonesia.

“Kita ketahui angka kesakitan yang paling berat itu kanker. Dua penyakit terbesar itu payudara dan rahim, ini sangat baik kalau sudah melakukan deteksi. Jadi saya harap sekalian dengan skrining USG payudara karena pemerintah sudah memberikan USG ke seluruh puskesmas. Ini penting karena kalau ibu sakit pasti rumah tangganya tidak akan bahagia,” ucap dia.


Berita Terkait


News Update