2013: Kembali memenangkan Ballon d'Or setelah mencatatkan performa individu yang menonjol.
2014: Meraih penghargaan untuk kedua kalinya secara beruntun.
2016: Menambah koleksi Ballon d'Or setelah meraih kesuksesan bersama Real Madrid dan timnas Portugal.
2017: Mengamankan Ballon d'Or kelimanya, sekaligus menyamai pencapaian besar dalam kariernya saat itu.
Kumpulan prestasi tersebut menjadi bagian penting dari alasan Ronaldo terus diperhitungkan dalam diskusi mengenai pemain terbaik sepanjang masa.
Baca Juga: Prediksi Persija Jakarta vs Arema FC 21 Oktober 2026: Misi Bangkit Macan Kemayoran
Lionel Messi dan Persaingan yang Belum Berakhir
Di sisi lain, Lionel Messi memiliki rekam jejak Ballon d'Or yang bahkan lebih panjang. Pemain asal Argentina itu telah memenangkan delapan penghargaan tersebut, menjadikannya pemegang rekor terbanyak hingga kini.
Perbandingan keduanya tidak hanya bertumpu pada jumlah trofi individu. Gaya bermain, kontribusi terhadap tim, gelar bersama klub dan tim nasional, serta konsistensi selama bertahun-tahun juga menjadi bahan perdebatan penggemar.
Karena itu, sebutan B.O.A.T. yang dikaitkan dengan Ronaldo sebaiknya dipahami sesuai konteks pemungutan suara yang melandasinya, bukan sebagai penetapan universal mengenai siapa pemain terbaik sepanjang masa.
Pada akhirnya, baik Ronaldo maupun Messi telah meninggalkan jejak besar dalam sejarah sepak bola. Keduanya memiliki pencapaian berbeda yang membuat perbandingan di antara mereka terus menarik perhatian, bahkan setelah melewati puncak karier masing-masing.
