Kylian Mbappe Minta Maaf Usai Kontroversi Meme Mao Zedong, Sejumlah Sponsor China Mundur

Rabu 28 Okt 2026, 19:54 WIB
Kylian Mbappe menjadi sorotan setelah menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya mengenai meme yang dikaitkan dengan Mao Zedong dan memicu kontroversi di China.. (Sumber: FIFA)
Kylian Mbappe menjadi sorotan setelah menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya mengenai meme yang dikaitkan dengan Mao Zedong dan memicu kontroversi di China.. (Sumber: FIFA)

POSKOTA.CO.ID - Nama Kylian Mbappe menjadi sorotan setelah komentarnya mengenai meme yang dikaitkan dengan mantan pemimpin China, Mao Zedong, memicu kontroversi di media sosial. Penyerang Real Madrid tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah ucapannya menuai reaksi dari masyarakat China.

Persoalan ini tidak hanya menyangkut reputasi Mbappe sebagai pesepak bola, tetapi juga berdampak pada hubungan komersialnya. Sejumlah perusahaan asal China dilaporkan menghentikan kerja sama dengan pemain timnas Prancis tersebut setelah kontroversi berkembang.

Dalam pernyataan pada Selasa (27/10/2026), Mbappe mengakui bahwa komentarnya kurang tepat dan menyadari ucapannya telah melukai perasaan sebagian masyarakat China.

“Ucapan saya kurang tepat, dan sekarang saya memahami bahwa hal itu telah menyakiti banyak orang di China dan komunitas China di seluruh dunia,” ujar Mbappe, sebagaimana dikutip Reuters.

Baca Juga: Link Live Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory Malam Ini Jam 19.15 WIB, Gratis di YouTube

Awal Kontroversi Komentar Mbappe tentang Mao Zedong

Kontroversi bermula dari sebuah video wawancara yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Mbappe membicarakan meme yang menampilkan wajahnya disunting ke gambar seorang tokoh yang ia sebut sebagai diktator China.

Komentar itu kemudian dikaitkan dengan Mao Zedong, tokoh penting dalam sejarah politik China.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan dalam memahami persoalan ini. Reuters melaporkan bahwa video tersebut belum berhasil mereka autentikasi secara independen. Dengan demikian, konteks lengkap dan keaslian rekaman perlu dipertimbangkan sebelum menarik kesimpulan mengenai pernyataan Mbappe.

Meski demikian, reaksi terhadap komentar tersebut terus berkembang hingga menyentuh hubungan bisnis sang pemain dengan sejumlah perusahaan.

Tiga Perusahaan China Hentikan Kerja Sama

Dampak kontroversi terlihat ketika sejumlah perusahaan asal China mengumumkan penghentian kerja sama dengan Mbappe.

Berdasarkan laporan Reuters, perusahaan yang mengambil langkah tersebut meliputi:

Dongpeng Beverage, perusahaan minuman asal China.

Mengniu, perusahaan produk susu yang memiliki jaringan bisnis besar di China.

Shanghai Milkground Food Tech, perusahaan yang bergerak di sektor produk susu dan pangan.

Keputusan tersebut memperlihatkan bagaimana kontroversi yang melibatkan figur publik dapat memengaruhi hubungan dengan mitra komersial, terutama ketika respons masyarakat menjadi perhatian di pasar internasional.

Bagi atlet dengan jangkauan penggemar global, reputasi di luar lapangan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kerja sama dengan sponsor.

Baca Juga: Persib Bisa Lolos 16 Besar ACL 2 jika Kalahkan Melbourne Victory? Ini Skenarionya

Mbappe Tegaskan Tidak Berniat Menyinggung Masyarakat China

Setelah kontroversi meluas, Mbappe kembali menyampaikan penyesalannya. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk menghina masyarakat China ataupun merendahkan sejarah negara tersebut.

“Saya meminta maaf kepada semua orang yang tersinggung oleh perkataan saya. Ini sama sekali bukan niat saya. Saya sangat menghormati masyarakat China dan sejarah mereka, dan saya sungguh-sungguh menyesal,” katanya, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

La Liga juga menyampaikan penyesalan atas dampak kontroversi tersebut terhadap penggemar sepak bola di China. Kompetisi sepak bola Spanyol itu menegaskan bahwa komentar tersebut merupakan pernyataan pribadi Mbappe, bukan sikap resmi liga.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ucapan figur publik dapat menjangkau audiens lintas negara dan menimbulkan konsekuensi yang lebih luas daripada sekadar perdebatan di media sosial.

Bagi Mbappe, permintaan maaf tersebut menjadi langkah untuk merespons reaksi publik. Namun, perkembangan hubungan komersialnya dengan perusahaan China tetap menjadi hal yang perlu dicermati setelah kontroversi ini mencuat.


Berita Terkait


News Update