JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ribuan demonstran berkumpul di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, untuk menyuarakan aspirasi kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Rabu 28 Oktober 2026.
Berdasarkan pantauan Poskota di lokasi, massa mulai berdatangan sekitar pukul 14.20 WIB. Sejumlah mahasiswa terlihat turun dari angkutan umum berwarna merah di sekitar Bundaran HI, sementara peserta aksi lainnya terus berdatangan dari berbagai arah.
Para demonstran membawa poster berisi kritik terhadap pemerintah. Beberapa di antaranya bertuliskan “Negara Krisis Pejabat Ego Sentris”, “Yang Dibakar Hutan, yang Dipadamkan Malah Kritikan”, “Satwa Liar Dilindungi Bukan untuk Dibunuh”, serta “Rakyat Tertindas Program Prioritas”.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan lima tuntutan utama, di antaranya:
Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Massa Tetap Bertahan di Bundaran HI
- Mendesak penetapan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan.
- Menuntut agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berorientasi pada kepentingan rakyat serta menghentikan pemborosan anggaran untuk program populis yang dinilai bermuatan politik.
- Menuntut penurunan biaya pendidikan, perluasan akses terhadap layanan dasar, serta penyediaan lapangan pekerjaan yang berkualitas dan merata.
- Mendesak penghentian penyalahgunaan hukum oleh kekuasaan, termasuk menyoroti persoalan UU TNI, KUHP, dan P2SK, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
- Menuntut pemulihan kebebasan berpendapat, pengadilan terhadap pelanggar hak asasi manusia (HAM), pembebasan tahanan politik, serta penghentian militerisasi di ruang sipil.
Salah seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad), Razzaq mengatakan tuntutan yang dibawa mahasiswa Unpad turut menyoroti transparansi penggunaan APBN, terutama untuk program pemerintah seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain persoalan anggaran, mahasiswa juga menyoroti penggunaan lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit serta persoalan kebakaran hutan dan lahan.
“Kalau misalkan tuntutan dari Unpad sendiri itu ada lima. Kelimanya itu di antaranya menyorot tentang anggaran APBN dan transparansi anggaran APBN untuk program populis seperti KDMP dan juga ada MBG. Terus juga tentang lahan gambut yang digunakan sebagai lahan sawit, dan karhutla,” kata Razzaq di lokasi, Rabu, 28 Oktober 2026.
Baca Juga: Simbol Warna Hijau, Biru, dan Merah Muncul saat Demo 28 Oktober, Apa Maknanya?
Ia menjelaskan aksi tersebut telah dipersiapkan sejak awal Oktober melalui konsolidasi sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Pulau Jawa.
Menurutnya, konsolidasi dilakukan melalui pembentukan komite yang melibatkan sejumlah BEM, di antaranya dari Unpad, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN).
