Gelar Apel 2.000 Pemuda, Wali Kota Tangerang Ajak Generasi Muda Pertahankan Semangat Persatuan

Rabu 28 Okt 2026, 16:55 WIB
Wali Kota Tangerang, Sachrudin bersama sejumlah tamu undangan dan peserta menari bersama usai pelaksanaan Apel 2.000 Pemuda dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di Alun-Alun Tangerang, Rabu (28/10/2026). (Sumber: Poskota/ Rizki Gojali)
Wali Kota Tangerang, Sachrudin bersama sejumlah tamu undangan dan peserta menari bersama usai pelaksanaan Apel 2.000 Pemuda dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di Alun-Alun Tangerang, Rabu (28/10/2026). (Sumber: Poskota/ Rizki Gojali)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar Apel 2.000 Pemuda di Alun-Alun Tangerang dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu 28 Oktober 2026.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang peristiwa bersejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk menghayati makna persatuan dan perjuangan bangsa.

"Ini bukan sekadar mengingatkan peristiwa yang bersejarah 28 Oktober 1928, tetapi momentum ini mengajak kita semuanya untuk menghayati makna dari sebuah persatuan dan kesatuan," ujar Sachrudin di Alun-Alun Tangerang, Rabu, 28 Oktober 2026.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa karena itu anak muda harus memiliki kemauan untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan karya nyata.

Baca Juga: Pria Pengedar Sabu di Tangerang Ditangkap saat Bersembunyi di Gubuk

"Masa depan bangsa Indonesia ini di tangan anak-anak muda yang mau belajar, mau berkarya. Jadi, anak muda bukan hanya pintar berbicara, tapi terus berkarya," katanya.

Sachrudin menilai, semangat kebersamaan, persatuan, dan kepedulian terhadap bangsa yang ditunjukkan para pemuda terdahulu perlu terus ditanamkan kepada generasi saat ini.

Ia juga menyebut semangat anak muda merupakan energi bagi kemajuan bangsa, termasuk dalam pembangunan Kota Tangerang.

"Semangat anak muda ini merupakan energi sebuah bangsa, energi sebuah kota, energi sebuah lingkungan, energi sebuah keluarga," tuturnya.

Ia mengatakan pembangunan bangsa tidak hanya diukur dari kemegahan infrastruktur dan pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

"Semangat kebersamaan ini yang perlu kita bangun, kita tanamkan, kita dorong anak-anak muda untuk meraih masa depan Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (M1). 


Berita Terkait


News Update