JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu 28 Oktober 2026, diwarnai solidaritas Aliansi Ibu Indonesia yang membuka posko bantuan logistik bagi para demonstran.
Bantuan yang disalurkan berupa air mineral, roti, camilan, hingga nasi untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi peserta aksi.
Perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Naraya mengatakan keterlibatannya dalam aksi tersebut didorong oleh kesadaran pribadi sebagai seorang ibu yang menginginkan masa depan lebih baik bagi generasi mendatang.
Menurutnya, setiap ibu tentu berharap anak-anak mereka dapat mewarisi lingkungan dan kondisi negara yang layak. Namun, ia menilai kondisi saat ini menimbulkan kekhawatiran terhadap masa depan anak-anak, terutama berkaitan dengan kerusakan lingkungan.
Baca Juga: Simbol Warna Hijau, Biru, dan Merah Muncul saat Demo 28 Oktober, Apa Maknanya?
“Saya itu punya anak, semua ibu punya anak. Pasti kita ingin warisan yang layak, sementara negara ini sudah enggak menjamin kepada kita,” kata Naraya saat ditemui Poskota, Rabu, 28 Oktober 2026.
Naraya menyoroti persoalan kerusakan hutan yang dinilainya perlu mendapat perhatian serius. Ia mempertanyakan kondisi lingkungan yang terus mengalami kerusakan, meskipun penanganan persoalan tersebut semestinya menjadi perhatian pemerintah.
Selain isu lingkungan, Aliansi Ibu Indonesia juga aktif menyuarakan evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Naraya mengatakan komunitasnya selama ini mengikuti berbagai persoalan terkait pelaksanaan program tersebut dan mendorong agar dilakukan evaluasi.
Bahkan, ia menyebut Aliansi Ibu Indonesia turut menyuarakan penghentian program MBG sebagai bentuk kritik terhadap pelaksanaannya.
Baca Juga: Salam Tiga Jari dalam Demo Hari Ini 28 Oktober 2026 Artinya Apa? Simak Makna dan Sejarahnya
Di tengah demonstrasi, Aliansi Ibu Indonesia membuka posko agar masyarakat yang ingin memberikan bantuan dapat ikut berpartisipasi. Naraya menjelaskan, posko tersebut juga terbuka bagi orang-orang yang datang sendiri ke lokasi aksi dan ingin bergabung memberikan dukungan.
Bantuan yang terkumpul berasal dari berbagai pihak dengan nominal beragam. Menurut Naraya, ada masyarakat yang menyumbangkan uang Rp10.000 hingga Rp15.000, sementara sebagian lainnya memilih membantu dengan tenaga.
Ia memperkirakan total sumbangan yang terkumpul mencapai ratusan juta rupiah. Namun, Naraya mengaku tidak mengetahui jumlah pastinya karena bantuan berasal dari banyak orang.
“Jadi mereka ada yang nyumbang sama saya. Ada yang nitip Rp15.000, Rp10.000. Itu tuh enggak sedikit. Bahkan ada yang cuma mau nitip tenaga aja,” ujarnya.
Kehadiran Aliansi Ibu Indonesia di tengah aksi menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat sipil terhadap peserta demonstrasi. Melalui bantuan logistik tersebut, mereka berupaya membantu kebutuhan demonstran sekaligus menyuarakan kepedulian terhadap persoalan yang dinilai berkaitan dengan masa depan generasi mendatang. (M4)
