Marak Penipuan BSU 2026 via WhatsApp dan DM, Ini Daftar Kanal Informasi Resmi

Selasa 27 Okt 2026, 11:09 WIB
Kemnaker beri imbauan kepada masyarakat untuk mengecek informasi BSU 2026 hanya dari laman dan media sosial resmi. (Sumber: Dok. kemnaker.go.id/Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia)
Kemnaker beri imbauan kepada masyarakat untuk mengecek informasi BSU 2026 hanya dari laman dan media sosial resmi. (Sumber: Dok. kemnaker.go.id/Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia)

POSKOTA.CO.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengeluarkan imbauan tegas terkait maraknya modus penipuan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. Aksi kejahatan siber tersebut diketahui beredar luas melalui pesan berantai di WhatsApp hingga pesan pribadi (Direct Message/DM) di berbagai media sosial.

Imbauan ini dikeluarkan guna melindungi masyarakat serta para pekerja dari potensi pencurian data pribadi maupun kerugian finansial akibat tautan palsu. Kemnaker meminta masyarakat untuk tidak tergiur dengan narasi pencairan cepat dan selalu melakukan verifikasi kebenaran informasi melalui saluran resmi.

Kemnaker Imbau Waspadai Modus Minta NIK

Dalam edukasi resminya, Kemnaker memperingatkan masyarakat tidak terkecoh keberadaan logo lembaga pada situs atau pesan yang beredar. Tampilan meyakinkan yang menyerupai situs pemerintah belum tentu menandakan bahwa informasi di dalamnya valid atau resmi.

“Waspadai tautan yang berasal dari pesan berantai WhatsApp atau DM yang belum terverifikasi, menggunakan alamat situs/domain yang mencurigakan, serta meminta data pribadi atau menjanjikan BSU cair dengan cara yang tidak jelas,” imbau Kemnaker melalui infografik resminya, dikutip Poskota, Selasa, 27 Oktober 2026.

Baca Juga: BSU Rp900 Ribu Oktober 2026: Link Cek Penerima, Syarat, dan Jadwal Pencairan

Kemnaker menegaskan modus penipuan BSU umumnya memanfaatkan kepanikan atau antusiasme warga dengan cara meminta nomor identitas pribadi. Pihak kementerian mengimbau agar publik senantiasa berhati-hati dan melakukan langkah pencegahan sebelum mengeklik tautan yang tidak jelas asal-usulnya.

“Ingat 4 hal ini sebelum klik tautan: periksa kembali alamat situs dengan teliti; jangan berikan OTP, PIN, atau password kepada pihak lain; jangan membayar biaya apa pun untuk pencairan BSU; dan kalau ragu, tutup tautannya,” lanjut imbauan Kemnaker.

Tegaskan Situs Resmi Belum Bisa Diakses, Ini Daftar Kanal Informasi Kemnaker

Untuk menghindari penipuan, Kemnaker menegaskan bahwa saluran informasi terpercaya mengenai pencairan bantuan upah pekerja ini hanya disajikan melalui portal utama bsu.kemnaker.go.id. Masyarakat diimbau untuk selalu mengetikan sendiri alamat situs tersebut secara manual di browser, bukan dari mengeklik tautan yang diteruskan oleh pihak lain.

Pihak kementerian juga mengklarifikasi situasi terkini mengenai skema penyaluran BSU untuk periode 2026. Saat ini, laman resmi pencairan BSU masih dalam status pengembangan dan belum dapat diakses hingga adanya instruksi peluncuran lebih lanjut.

Baca Juga: Penciran BSU 2026 Belum Jelas, HR Curhat Terus Dicecar Karyawan

“Saat ini laman BSU Kemnaker belum dapat diakses. Untuk BSU 2026, tunggu pengumuman resmi dari Kemnaker ya!” ujarnya.


Berita Terkait


News Update