Dedi Mulyadi Minta Normalisasi Kali CBL Bekasi Tuntas Tahun Ini

Selasa 27 Okt 2026, 08:14 WIB
Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mendampingi Gubernur Jabar Dedy Mulyadi meninjau normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Senin, 26 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Pemkab Bekasi)
Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mendampingi Gubernur Jabar Dedy Mulyadi meninjau normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Senin, 26 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Pemkab Bekasi)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) sepanjang 16 km di Kabupaten Bekasi dituntaskan tahun ini.

Untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan yang masih menyisakan sekitar satu kilometer, ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi segera menuntaskan kekurangan anggaran sekitar Rp2 miliar.

Permintaan tersebut disampaikan Dedi saat meninjau sejumlah titik normalisasi Kali CBL di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Senin, 26 Oktober 2026. Normalisasi sungai yang melintasi Kecamatan Cibitung, Tambun Utara, dan Sukawangi itu menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Harus kelar tahun ini. Butuh biaya berapa untuk sisanya? Rp2 miliar itu selesai lah sama Kabupaten Bekasi saja," kata Dedi saat meninjau lokasi pekerjaan, Senin, 26 Oktober 2026.

Baca Juga: Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMKM, MUI Babelan Bekasi Buka Gelaran Kreasi Seni Religi

Selain memastikan penyelesaian normalisasi, Dedi juga menyoroti keberadaan tiga jembatan di Desa Sriamur yang dinilai berpotensi menghambat kelancaran aliran air menuju Kali CBL. Ia menyatakan siap membantu pembangunan kembali jembatan tersebut setelah dilakukan pembongkaran agar kapasitas aliran sungai dapat lebih optimal.

"Sudah minggu saya siapkan alat untuk mengangkat lumpur-lumpurnya, sekarang dibongkar saja jembatan-jembatannya dulu. Setelah itu, jembatannya langsung kita bangun," ujarnya.

Tak hanya Kali CBL, ia juga menyatakan kesiapannya membantu normalisasi Kali Mati di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi. Sungai tersebut mengalami sedimentasi cukup tinggi hingga sebagian alirannya berubah fungsi menjadi kebun warga. Kondisi itu perlu ditangani agar fungsi sungai sebagai saluran air dan penunjang pengairan pertanian masyarakat dapat kembali berjalan.

"Ini rumah kita relokasi, kita ganti dengan bangunan yang baru. Setelah itu kita normalisasi bareng. Tanggal 30 kita rapat bareng untuk menyelesaikan masalah ini. Ini kan darurat dan hujan ke depan tidak bisa kita prediksi. Nanti kita gunakan anggaran BTT. Kalau tidak selesai tahun ini, kita lanjutkan tahun depan," ucapnya.

Baca Juga: Bertahun-tahun Krisis Air Bersih, Warga Bekasi Terpaksa Beli Air RO untuk Masak

Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menyambut baik dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat penanganan persoalan banjir di wilayahnya. Ia memastikan pemerintah daerah segera menuntaskan kebutuhan anggaran yang masih diperlukan agar normalisasi Kali CBL dapat diselesaikan sesuai target.

"Kita akan selesaikan normalisasi Kali CBL tahun ini dan kekurangan anggarannya akan segera kita selesaikan tahun ini juga, sehingga normalisasi Kali CBL dari Cikarang hingga pertemuan Kali Bekasi ini bisa selesai," tuturnya.

Ia juga mendukung rencana normalisasi Kali Mati yang akan dilakukan secara bertahap dari Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, hingga Kecamatan Cabangbungin. Menurutnya, pemulihan fungsi sungai tersebut penting bagi masyarakat di wilayah utara Kabupaten Bekasi, terutama untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.

"Mudah-mudahan ini terlaksana dengan baik. Untuk rumah yang terkena imbasnya, nanti saya dengan Pak Gubernur sudah menyiapkan solusinya. Yang penting Kali Mati bisa berfungsi kembali," katanya.

Asep mengharapkan melalui percepatan normalisasi Kali CBL dan Kali Mati, pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai, mengurangi hambatan akibat sedimentasi, serta memperkuat upaya penanganan banjir yang berulang di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Inshaallah saat banjir tiba nanti debitnya akan berkurang dan banjir akan lebih terkendali," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update