CIKARANG PUSAT, POSKOTA.CO.ID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan senilai total Rp500 juta kepada 500 santri penghafal Al-Qur’an melalui program 'Bekasi Takwa'.
Penyerahan bantuan secara simbolis ini berlangsung di Aula Gedung Baznas Kabupaten Bekasi, Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Senin, 26 Oktober 2026.
Melalui program tahunan ini, setiap santri menerima alokasi bantuan sebesar Rp1 juta. Langkah ini digelar sebagai bentuk apresiasi sekaligus stimulus agar para santri terus meningkatkan semangat dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.
Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, Aminulloh, menjelaskan bahwa pendaftaran program ini dibuka secara daring agar jangkauannya transparan dan merata.
Baca Juga: Baznas dan BCA Syariah Latih 33 Mustahik Micropreneur Digital Berbasis AI
Baznas tidak menetapkan batas minimal jumlah juz hafalan sebagai syarat utama, melainkan disesuaikan dengan usia serta kemampuan peserta.
"Ini bentuk apresiasi kami. Kami ingin mereka merasa diperhatikan dan makin bersemangat. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang berakhlak baik," ujar Aminulloh.
Ia menambahkan, Bekasi Takwa merupakan satu dari lima pilar program Baznas Kabupaten Bekasi selain Bekasi Cerdas, Bekasi Sehat, Bekasi Peduli, dan Bekasi Mandiri yang berfokus pada penguatan sektor keagamaan, termasuk dukungan bagi santri dan imam masjid.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Zakat, Baznas-Kemenag Tingkatkan Kualitas Sarana Madrasah di 2026
Dorong Sektor Swasta dan Industri Ikut Berzakat
Di sisi lain, Aminulloh menyoroti fakta bahwa penghimpunan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sejauh ini masih didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Padahal, potensi zakat di Kabupaten Bekasi sangat besar mengingat wilayah ini dipenuhi kawasan industri dan pusat bisnis.
"Kami berharap perusahaan, profesional, dan masyarakat yang mencari nafkah di Kabupaten Bekasi bisa ikut berpartisipasi lewat zakat maupun program CSR. Potensinya besar, tinggal bagaimana kita mendorong regulasi yang jelas agar pelaksanaannya maksimal," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengapresiasi sinergi antara Baznas, Kementerian Agama, dan para pendidik keagamaan.
Baca Juga: Baznas RI Buka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 MIS dan MTsS
Menurut Endin, kolaborasi ini krusial dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter.
"Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih. Kolaborasi ini terbukti memberi manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga penguatan SDM," kata Endin.
Endin juga mengimbau dunia usaha dan masyarakat luas untuk tidak ragu menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi agar jangkauan penerima manfaat di Kabupaten Bekasi bisa terus bertambah.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Amila Hurilaini, 13 tahun, santri kelas VIII asal Cibarusah. Amila, yang sudah mulai menghafal Al-Qur'an sejak kelas IV SD, mengaku kian bersemangat untuk rutin melakukan ziyadah dan murojaah.
"Alhamdulillah, senang sekali. Bantuan ini jadi motivasi supaya saya makin semangat belajar. Pesan saya buat teman-teman, jangan malas menghafal dan rajin murojaah," ungkap Amila.
