"Kami berharap perusahaan, profesional, dan masyarakat yang mencari nafkah di Kabupaten Bekasi bisa ikut berpartisipasi lewat zakat maupun program CSR. Potensinya besar, tinggal bagaimana kita mendorong regulasi yang jelas agar pelaksanaannya maksimal," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengapresiasi sinergi antara Baznas, Kementerian Agama, dan para pendidik keagamaan.
Baca Juga: Baznas RI Buka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 MIS dan MTsS
Menurut Endin, kolaborasi ini krusial dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter.
"Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih. Kolaborasi ini terbukti memberi manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga penguatan SDM," kata Endin.
Endin juga mengimbau dunia usaha dan masyarakat luas untuk tidak ragu menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi agar jangkauan penerima manfaat di Kabupaten Bekasi bisa terus bertambah.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Amila Hurilaini, 13 tahun, santri kelas VIII asal Cibarusah. Amila, yang sudah mulai menghafal Al-Qur'an sejak kelas IV SD, mengaku kian bersemangat untuk rutin melakukan ziyadah dan murojaah.
"Alhamdulillah, senang sekali. Bantuan ini jadi motivasi supaya saya makin semangat belajar. Pesan saya buat teman-teman, jangan malas menghafal dan rajin murojaah," ungkap Amila.
