Perkuat Ekosistem Zakat, Baznas-Kemenag Tingkatkan Kualitas Sarana Madrasah di 2026

Kamis 22 Okt 2026, 17:02 WIB
Peluncuran Program Madrasah Layak Belajar 2026 di Gedung Baznas RI, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. (Sumber: Baznas)
Peluncuran Program Madrasah Layak Belajar 2026 di Gedung Baznas RI, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. (Sumber: Baznas)

POSKOTA.CO.ID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI resmi menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk meluncurkan Program Madrasah Layak Belajar 2026. Inisiatif ini difokuskan untuk membenahi sarana dan prasarana madrasah di berbagai daerah guna meningkatkan mutu pendidikan Islam berbasis ekosistem zakat.

Sebagai langkah awal pelaksanaan, Deputi Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI, Imdadun Rahmat, meminta seluruh jaringan Baznas di daerah aktif mendampingi madrasah yang membutuhkan. Langkah ini krusial untuk mengantisipasi hambatan teknis yang kerap dialami sekolah di pelosok.

"Pendampingan ini diperlukan karena madrasah di daerah terpencil terkadang mengalami kesulitan dalam melakukan pendaftaran secara daring," ujar Imdadun dalam peluncuran program di Gedung Baznas RI, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Imdadun menegaskan, pembenahan mutu pendidikan tidak bisa berjalan mandiri, melainkan butuh sinergi menyeluruh dalam ekosistem yang saling menguatkan. Ia juga mengapresiasi peran aktif Kemenag yang konsisten mengawal integrasi zakat di sektor pendidikan.

Baca Juga: Perluas Layanan Kesehatan, Baznas dan PNM Salurkan 15 Ambulans di Berbagai Wilayah

Menanggapi hal tersebut, Kepala Subdirektorat Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Muhibuddin, menyambut positif terobosan Baznas. Menurutnya, pembenahan infrastruktur fisik sekolah membutuhkan variasi sumber pembiayaan di luar anggaran negara.

"Ini merupakan langkah positif dan produktif. Kuncinya adalah kolaborasi. Membangun pendidikan yang berkualitas tidak bisa hanya mengandalkan satu pintu kebaikan," kata Muhibuddin.

Muhibuddin menambahkan, keterlibatan pemerintah, lembaga pengelola zakat, dunia usaha, hingga masyarakat luas menjadi syarat mutlak agar jangkauan program ini bisa meluas ke seluruh pelosok tanah air.

"Dana yang amanah, kolaborasi yang terarah, pendidikan yang lebih berdaya," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update