POSKOTA.CO.ID - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal menduga ada Tim Siluman terorganisir yang sengaja menyebarkan berita hoaks tentang dirinya.
Dugaan tersebut disampaikannya saat memberikan klarifikasi atas isu fiktif yang menyebut dirinya menggelar pertemuan tertutup didampingi akademisi Saiful Muzani di kediaman Duta Besar Singapura di Jakarta pada Minggu malam.
Dino menegaskan informasi tersebut 100 persen palsu karena pada saat yang sama ia sedang menghadiri agenda perubahan iklim di Perth, Australia.
Isu fiktif ini mencuat tidak lama setelah Dino memberikan pandangannya terkait hubungan Indonesia dan Singapura. Menanggapi disinformasi yang menyerangnya, Dino menduga ada pihak tertentu yang sengaja mengompori opini publik untuk kepentingan tertentu.
Baca Juga: Reshuffle Menlu Sugiono, Dino Patti Djalal: Langkah Bijak Bebaskan Rangkap Peran
Dino Ungkap Modus Baru Tim Siluman
Dino meyakini bahwa narasi hoaks yang menimpanya bukanlah sekadar aksi iseng pengguna internet biasa. Ia menilai ada pola gerakan terencana yang dilancarkan oleh kelompok anonim yang ia sebut sebagai Tim Siluman.
"Postingan fiktif yang dikeluarkan ini mencerminkan adanya satu modus operandi yang baru, yaitu suatu teknik di mana suatu tim yang tidak diketahui wujudnya, anggotanya saya katakan tim siluman, mereka membuat berita-berita yang fiktif, diposting di berbagai akun yang mereka buat sendiri," kata Dino dikutip dari Instagram pribadinya, Senin, 26 Oktober 2026.
Ia menambahkan bahwa gerakan ini tampak rapi dan sistematis. "Ini adalah aksi yang terkoordinir, terorganisir, dan ada backing-nya, karena tidak mungkin mereka melakukan ini karena iseng," tegasnya.
Kekhawatiran Terhadap Kebebasan Berbicara dan Ancaman Bagi Civil Society
Bagi Dino, modus penyebaran informasi palsu ini bukan sekadar serangan personal, melainkan ancaman nyata bagi iklim demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia. Ia khawatir praktik intimidasi digital semacam ini akan terus berulang dan menyasar figur publik lain yang aktif menyuarakan pandangan mereka di media sosial.
"Ini satu hal yang saya ingin diwaspadai oleh civil society kita, kita yang berada di ranah yang banyak memberikan opini. Karena ini, menurut saya, adalah salah satu bentuk intimidasi terhadap freedom of speech," ungkap Dino.
Desak Tindak Lanjut dan Rencana Membawa Isu ke Menteri Komdigi Meutya Hafid
Guna menyikapi maraknya praktik hoax dan operasi akun anonim terorganisir seperti ini, Dino berencana membawa isu tersebut ke ranah pemerintah. Ia berniat menyampaikan usul dan berdiskusi langsung dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid.
