Ketersediaan hasil panen perlu diimbangi dengan distribusi yang merata agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
7. Target B50 dan E50
Ketahanan energi menjadi agenda lain yang disoroti Prabowo dalam sidang kabinet.
Presiden menilai kenaikan harga minyak dunia dapat menjadi tantangan bagi Indonesia, sehingga pemanfaatan sumber energi alternatif dan bahan bakar nabati perlu diperkuat.
Dia menyebut batu bara dan panas bumi sebagai sumber energi domestik. Selain itu, Prabowo menekankan pentingnya pengembangan biodiesel dan bahan bakar berbasis etanol yang memanfaatkan bahan baku dari dalam negeri.
“Kita sudah mencapai B50 dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi E-50,” kata Prabowo.
B50 merupakan bahan bakar diesel dengan campuran biodiesel sebesar 50 persen.
Sementara itu, E50 merujuk pada bahan bakar bensin dengan kandungan etanol sebesar 50 persen.
Dalam pidatonya, Prabowo memperkirakan Indonesia dapat mencapai E10 pada 2026, kemudian E20 sekitar dua tahun berikutnya, sebelum menargetkan E50 dua tahun setelah itu.
Berdasarkan tahapan yang disampaikan Presiden, target E50 diarahkan menuju 2030 apabila jadwal tersebut berjalan sesuai rencana.
Pengembangan bahan bakar nabati diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik sekaligus mengurangi kebutuhan impor BBM.
Namun, pencapaian target tersebut membutuhkan kesiapan pasokan bahan baku, kapasitas produksi, infrastruktur distribusi, dan kesesuaian spesifikasi bahan bakar.
Prabowo berharap kombinasi B50 dan E50 dapat memperkuat kemandirian energi Indonesia.
