Meski demikian, koalisi besar membutuhkan koordinasi yang efektif agar proses pengambilan keputusan tidak terhambat oleh perbedaan kepentingan.
Pembagian tugas dan tanggung jawab antarinstansi juga perlu diperjelas untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai sasaran.
Prabowo mengakui bahwa persaingan dan kritik merupakan bagian dari demokrasi.
Namun, dia menekankan, perbedaan pandangan politik tidak seharusnya menghilangkan komitmen menjaga persatuan nasional.
Pada akhirnya, efektivitas koalisi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kekuatan politik yang bergabung.
Hasil kerja kabinet, kualitas belanja negara, kecepatan pengambilan keputusan, dan manfaat program bagi masyarakat menjadi aspek penting dalam pelaksanaan pemerintahan.
4. Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Dalam bidang hubungan internasional, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan mempertahankan hubungan baik dengan berbagai negara tanpa mengikatkan diri pada blok kekuatan tertentu.
Presiden menggambarkan pendekatan tersebut melalui ungkapan “seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak”.
Dia juga menyampaikan keinginan menjalankan kebijakan bertetangga baik atau good neighbor policy, sekaligus menegaskan sikap antikolonialisme dan antiimperialisme.
Prabowo menilai hubungan luar negeri berkaitan erat dengan kepentingan ekonomi dan pertahanan.
Politik, perdagangan, pangan, serta keamanan nasional tidak dapat dipisahkan karena keputusan dalam satu sektor dapat memengaruhi sektor lainnya.
Dia juga mengingatkan, transaksi ekonomi dapat menjadi instrumen tekanan dalam persaingan internasional.
