POSKOTA.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto membeberkan sejumlah agenda strategis pemerintah saat membuka Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka dua tahun pemerintahan di Halaman Tengah Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Sidang kabinet tersebut digelar sehari setelah peringatan dua tahun pelantikan Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024.
Dalam pidato di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih tersebut, Prabowo menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.
Momentum dua tahun pemerintahan itu sendiri menjadi kesempatan bagi Presiden untuk menyampaikan evaluasi umum sekaligus mengingatkan jajaran kabinet mengenai pekerjaan yang masih harus diselesaikan.
Di pidato pembukaannya, Prabowo tidak hanya menyampaikan apresiasi terhadap kinerja para menteri.
Dia juga menegaskan, pentingnya menjaga persatuan politik, memberantas penyelundupan, dan menindak pelanggaran yang merugikan lingkungan serta masyarakat.
Lantas, apa saja poin penting pidato Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahan? Simak selengkapnya berikut ini
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Jadi Rp2.550.000 per Gram, Saatnya Beli?
Poin Pidato Prabowo di Dua Tahun Pemerintahan
Berikut poin-poin isu yang disampaikan Presiden, mulai dari persaingan ekonomi global, koalisi besar, dan politik luar negeri hingga target E50 menuju 2030 serta evaluasi kinerja kabinet.
1. Perang Dagang dan Ancaman Global
Prabowo membuka pidatonya dengan menempatkan perjalanan dua tahun pemerintahan dalam konteks global yang penuh ketidakpastian.
Menurutnya, dunia tidak hanya menghadapi konflik bersenjata, tetapi juga persaingan ekonomi yang memanfaatkan perdagangan, tarif, dan hubungan antarnegara sebagai instrumen tekanan.
