10 Poin Pidato Prabowo di Dua Tahun Pemerintahan: Singgung MSCI hingga Target E50 Menuju 2030

Kamis 22 Okt 2026, 11:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan evaluasi dua tahun pemerintahan sekaligus menegaskan sejumlah target strategis, dari swasembada pangan hingga kemandirian energi. (Sumber: YouTube/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan evaluasi dua tahun pemerintahan sekaligus menegaskan sejumlah target strategis, dari swasembada pangan hingga kemandirian energi. (Sumber: YouTube/Sekretariat Presiden)

“Perang fisik, perang terbuka, tapi lebih dari itu terjadi juga perang dagang, perang ekonomi, perang tarif,” ujarnya.

Presiden Ke-8 RI itu menilai persaingan hegemoni negara-negara besar dapat memengaruhi kepentingan Indonesia.

Integrasi ekonomi global membuat perubahan harga komoditas, kebijakan perdagangan, dan konflik internasional berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian nasional.

Dalam situasi tersebut, Indonesia perlu memperhitungkan berbagai risiko yang dapat muncul akibat perubahan hubungan antarnegara.

Ketergantungan terhadap pasar ekspor, impor bahan baku, maupun pasokan energi dari luar negeri menjadi sejumlah aspek yang dapat memengaruhi kondisi domestik.

Prabowo juga menghubungkan tantangan global dengan perubahan iklim dan posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.

Posisi tersebut membuat Indonesia menghadapi risiko bencana alam, tetapi sekaligus memiliki tanah subur dan kekayaan mineral yang dapat menjadi modal pembangunan.

Menurut pandangan yang disampaikan dalam pidatonya, potensi tersebut perlu dikelola secara optimal agar Indonesia mampu memperkuat ketahanan nasional.

Pengelolaan sumber daya dan peningkatan kemampuan produksi dalam negeri menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan global.

2. Berantas Penyelundupan

Penyelamatan kekayaan negara menjadi salah satu agenda yang ditekankan Prabowo.

Presiden menyoroti praktik penyelundupan yang dinilai merugikan perekonomian nasional, terutama ketika sumber daya alam dan barang bersubsidi keluar dari sistem distribusi yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sejumlah komoditas yang disebut Prabowo meliputi timah, emas, batu bara, dan kayu. Dia juga menyoroti penyelundupan BBM bersubsidi serta pupuk bersubsidi yang berpotensi mengganggu distribusi bantuan pemerintah kepada masyarakat dan sektor produktif.


Berita Terkait


News Update