POSKOTA.CO.ID - Kabar penutupan gerai Ayam Gepuk Pak Gembus di wilayah Jabodetabek sempat membuat pelanggan khawatir.
Restoran yang dikenal dengan menu ayam gepuk bercita rasa pedas itu ramai diperbincangkan usai akun Instagram @ayamgepuk_pusat mengunggah sejumlah video bernuansa perpisahan pada 12 Oktober 2026.
Unggahan tersebut memunculkan dugaan bahwa Ayam Gepuk Pak Gembus akan menghentikan operasional gerainya secara permanen.
Sejumlah pelanggan pun mempertanyakan kebenaran kabar tersebut, mengingat restoran ini telah memiliki banyak gerai dan dikenal luas oleh pencinta kuliner Indonesia.
Namun, kabar penutupan permanen itu ternyata tidak sesuai dengan penjelasan yang disampaikan melalui akun Instagram resminya.
Pihak Ayam Gepuk Pak Gembus mengungkapkan, penutupan gerai di Jabodetabek hanya berlangsung selama satu hari, yakni pada 12 Oktober 2026.
Keputusan tersebut diambil untuk memberikan kesempatan kepada para karyawan mengikuti acara khusus dalam rangka merayakan perjalanan bisnis Ayam Gepuk Pak Gembus yang telah memasuki usia 13 tahun.
"Hai, Kakak-Kakak semua yang tag saya dan bertanya apakah Ayam Gepuk Pak Gembus benar-benar tutup? Ya, selama satu hari, pada 12 Oktober 2026, khusus Jabodetabek, kami terpaksa tutup," tulisnya, seperti dikutio pada Kamis, 14 Oktober 2026.
Perusahaan sendiri menggelar acara khusus di Ancol sebagai bentuk perayaan perjalanan bisnis sekaligus memberikan apresiasi kepada para karyawan.
Menurut penjelasan yang disampaikan melalui akun Instagram resminya, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai hiburan dan pemberian hadiah.
"Agar tim gerai Ayam Pak Gembus bisa merasakan kebahagiaan menjadi bagian dari 13 tahun perjalanan Pak Gembus. Mereka mendapatkan berbagai hadiah, 'money shower', permainan, konser, hadiah serta umrah," lanjutnya.
Informasi ini menjadi jawaban bagi pelanggan yang ingin kembali menikmati menu Ayam Gepuk Pak Gembus setelah muncul kabar penutupan.
Perusahaan juga menegaskan bahwa para karyawan akan kembali melayani pelanggan setelah mengikuti perayaan ulang tahun ke-13.
"Seluruh kru gerai kami akan kembali bersemangat melayani Gepukers pada 13 Oktober. Seluruh gerai kami di Jabodetabek akan buka kembali," jelasnya.
Lantas, siapa sebenarnya Rido Nurul Adityawan, pendiri Ayam Gepuk Pak Gembus? Bagaimana perjalanan bisnisnya hingga merek tersebut dikenal luas?
Simak profil pendiri Ayam Gepuk Pak Gembus dan perkembangan usahanya usai kabar penutupan gerai sempat membuat pelanggan khawatir.
Baca Juga: 5 Fakta OTT KPK di BNPB: Dugaan Korupsi Dana Bencana, Uang Miliaran dan Emas Disita
Pemilik Ayam Gepuk Pak Gembus Siapa?
Dikutip dari situs resminya, Rido Nurul Adityawan merupakan pendiri sekaligus sosok di balik perkembangan bisnis Ayam Gepuk Pak Gembus.
Ia membangun usaha kuliner tersebut dari skala kecil hingga berkembang menjadi merek yang dikenal di berbagai daerah di Indonesia.
Perjalanan bisnis Ayam Gepuk Pak Gembus bermula dari sebuah gerobak kecil di Jakarta.
Dari usaha sederhana tersebut, Rido mengembangkan bisnisnya melalui pembukaan gerai dan sistem kemitraan yang memungkinkan merek tersebut menjangkau lebih banyak pelanggan.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Ayam Gepuk Pak Gembus selama lebih dari satu dekade.
Bisnis yang awalnya dijalankan dalam skala kecil kemudian tumbuh menjadi jaringan restoran dengan banyak outlet.
Rido juga tercatat sebagai CEO sekaligus pendiri Ayam Gepuk Pak Gembus.
Perannya dalam membangun merek tersebut berkaitan dengan pengembangan usaha, perluasan jaringan gerai, serta pengenalan produk kepada pasar yang lebih luas.
Lebih lanjut, menurut informasi dalam situs resmi perusahaan, outlet pertama Ayam Gepuk Pak Gembus didirikan di kawasan Srengseng, Pesanggrahan, Jakarta Barat.
Lokasi tersebut menjadi titik awal perjalanan bisnis yang kemudian berkembang melalui pembukaan gerai lain.
Tanggal 12 Oktober disebut sebagai bagian dari tonggak awal berdirinya usaha tersebut.
Rido Nurul Adityawan, selaku CEO sekaligus founder, memulai perjalanan bisnisnya dari outlet pertama sebelum memperluas jaringan melalui sistem kemitraan.
Dalam perkembangan berikutnya, outlet di Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat, tercatat sebagai franchisee pertama Ayam Gepuk Pak Gembus.
Kehadiran gerai itu menjadi salah satu langkah dalam memperluas jangkauan bisnis dan memperkenalkan merek kepada pelanggan di wilayah lain.
Model bisnis kemitraan membantu sebuah merek kuliner memperluas jaringan tanpa hanya bergantung pada pembukaan gerai yang dikelola langsung oleh perusahaan.
Melalui sistem tersebut, Ayam Gepuk Pak Gembus dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus membangun jaringan usaha di sejumlah wilayah.
Selain memperluas jaringan di Indonesia, Ayam Gepuk Pak Gembus juga mengembangkan bisnisnya ke pasar internasional.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam situs resmi perusahaan, merek kuliner tersebut melakukan ekspansi ke Malaysia.
Ekspansi ke negara lain juga menjadi bagian dari strategi pengembangan merek agar tidak hanya bergantung pada pasar domestik.
Lebih lanjut, Ayam Gepuk Pak Gembus menyebut telah memiliki lebih dari 700 outlet yang tersebar di Indonesia dan Malaysia.
Jumlah tersebut menggambarkan luasnya jaringan bisnis yang dibangun sejak usaha tersebut pertama kali berdiri.
Perkembangan jumlah outlet tidak terlepas dari strategi perluasan jaringan dan penggunaan sistem kemitraan.
Dengan bertambahnya gerai, merek tersebut memiliki kesempatan menjangkau konsumen di berbagai wilayah.
Namun, jumlah outlet dapat berubah seiring waktu mengikuti pembukaan gerai baru maupun perubahan operasional gerai yang telah ada.
Karena itu, angka yang tercantum pada situs resmi perusahaan sebaiknya dipahami sesuai waktu pembaruan informasi tersebut.
Kemudian, perjalanan pengembangan Ayam Gepuk Pak Gembus juga berkaitan dengan sistem waralaba.
Melalui informasi yang dicantumkan pada situs resminya, perusahaan menyebut bisnis tersebut secara resmi terdaftar di Kementerian Perdagangan pada 9 Februari 2022.
Pendaftaran sebagai bisnis waralaba menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kemitraan.
Sistem ini memungkinkan pelaku usaha memperluas jaringan melalui kerja sama dengan mitra yang ingin menjalankan bisnis menggunakan merek dan sistem yang telah dikembangkan.
Bagi calon mitra, informasi mengenai legalitas, persyaratan kemitraan, biaya investasi, dan kewajiban operasional perlu diperiksa secara terperinci sebelum mengambil keputusan.
Calon mitra juga disarankan memastikan status dan dokumen waralaba melalui sumber resmi agar memperoleh informasi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pendaftaran waralaba tersebut menjadi bagian dari perjalanan bisnis Ayam Gepuk Pak Gembus dalam mengembangkan jaringan usaha.
Dengan sistem kemitraan, merek ini dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha yang ingin bergerak di bidang kuliner.
