Baca Juga: Kemenag Terbitkan Aturan Baru, Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah
Ia menyelesaikan pendidikan sekolah dasar (SD) pada 1959 di Gontor. Tiga bulan sebelum menyelesaikan pendidikan nya, ia sudah lebih dulu diterima sebagai santri Kulliyyatu-l-Mu'allimin Al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Gontor.
Setelah lulus pada 1965, ia lalu melanjutkan studi di Fakultas Ushuluddin Institut Pendidikan Darussalam (IPD). Sambil menyelesaikan studinya, ia juga mengajar di KMI selama sekitar dua setengah tahun.
Kemudian, pada 1967, Hasan melanjutkan pendidikan ke Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah Al-Munawwarah, Arab Saudi. Pada 1992, ia menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir untuk memperdalam bidang spesialisasi hadis.
Rekam Jejak Kepemimpinan
KH Hasan Abdullah Sahal dipercayakan untuk memimpin Ponpes Gontor sejak 1985 bersama H. Shoiman Luqmanul Hakim dan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.
Kini, ia memimpin pondok pesantren tersebut bersama Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi dan Drs. K.H. Muhammad Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed.
Tak hanya menjadi pimpinan bagi Ponpes Gontor, Hasan juga tercatat mengajar sebagai dosen di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) sejak 1977.
Ia juga diketahui merupakan pendiri Pondok Pesantren Putri Al-Mawaddah di Coper, Jetis, Ponorogo pada 1989. Pada 1992, ia juga mendirikan sekaligus mengasuh Pondok Tahfidz Qur'an Al-Muqoddasah di Nglumpang, Mlarak.
