Tekan Risiko Karhutla di Kaltim, Sespimti Polri Petakan Titik Rawan Kebakaran Hutan

Jumat 11 Sep 2026, 18:15 WIB
Sespimti Polri beri edukasi tekan risiko karhutla serta memetakan titik-titik rawan karhutla, khusunya di wilayah Kaltim. (Sumber: Istimewa)
Sespimti Polri beri edukasi tekan risiko karhutla serta memetakan titik-titik rawan karhutla, khusunya di wilayah Kaltim. (Sumber: Istimewa)

KALTIM, POSKOTA.CO.ID - Satgas Edukasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sespimti Polri Angkatan 36 menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya ancaman karhutla memasuki musim kemarau.

Kombes Pol Dony Alexander menyatakan bahwa karhutla hingga saat ini masih menjadi tantangan lingkungan yang serius di berbagai wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan Timur.

Menurutnya, bencana ini menimbulkan dampak luas, mulai dari bahaya kabut asap bagi kesehatan masyarakat hingga gangguan pada kegiatan pendidikan dan perekonomian.

"Upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla tentunya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, hingga tokoh masyarakat dan adat," ujar Dony.

Baca Juga: Karhutla Masih Jadi Perhatian, 818 Hotspot Terdeteksi di Indonesia

Dony menjelaskan, FGD ini difokuskan untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah yang memiliki potensi atau titik rawan karhutla di Kecamatan Samboja Barat. Dari pemetaan tersebut, forum diharapkan menghasilkan langkah strategis dan operasional yang tepat sasaran.

Langkah konkret yang dirumuskan meliputi penguatan sistem deteksi dini, pelaksanaan patroli terpadu, hingga penyuluhan masif kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, koordinasi antarlembaga ditingkatkan guna memastikan respon cepat saat terjadi kebakaran.

"Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif dan pemikiran kritis dari seluruh pihak, agar hasil diskusi hari ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi landasan bagi langkah-langkah konkret di lapangan," tuturnya.

Seluruh masukan dan rekomendasi dari peserta FGD dihimpun oleh Satgas Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 sebagai bahan penyusunan program edukasi dan rencana aksi.

Baca Juga: Polri Tetapkan 112 Tersangka Kasus Karhutla, Mayoritas Perorangan dan Belum Ada Korporasi

Dony menegaskan, keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada kesiapsiagaan dini dan koordinasi lintas sektor. Ia berharap hasil diskusi ini tidak berhenti pada forum akademis semata, melainkan diimplementasikan menjadi aksi nyata di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Dony juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Samboja Barat dan elemen masyarakat setempat atas partisipasi aktif dan dukungan mereka dalam upaya pencegahan bencana karhutla tersebut.

"Kami berharap dapat terjalin diskusi yang konstruktif untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah yang menjadi titik rawan kebakaran, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran," ucapnya.


Berita Terkait


News Update