POSKOTA.CO.ID - Anak usaha PT Arsari Tambang, PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan asal Singapura, Singapore Asahi Chemical dan Solder Industries Pte. Ltd. (Asahi Solder).
Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di pabrik STANIA, Batam. Langkah ini diambil untuk memperkuat hilirisasi industri timah nasional melalui pengembangan produk solder bernilai tambah, peningkatan kualitas teknologi, serta perluasan akses ke pasar global.
Mengusung tema “Strengthening Indonesia’s Downstreaming Industry through Strategic Partnership”, penandatanganan ini menegaskan komitmen kedua belah pihak dalam mentransformasi timah Indonesia dari sekadar komoditas mentah menjadi material industri berteknologi tinggi.
Direktur Utama PT Arsari Tambang sekaligus Wakil Presiden Direktur Arsari Group, Aryo P. S. Djojohadikusumo, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari visi besar grup untuk membangun rantai nilai industri masa depan di Indonesia.
Baca Juga: Arsari Tambang Segera Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka
Arsari Group saat ini tengah mengembangkan ekosistem teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui RAIA Grid. Ekosistem tersebut mencakup konektivitas, serat optik, pusat data (data center), komputasi awan (cloud), high-performance computing, hingga persiapan fasilitas perakitan GPU (GPU assembly) di tanah air.
"Kerja sama hari ini bukan hanya tentang pengembangan produk solder, tetapi bagian dari upaya membangun rantai nilai yang menghubungkan sumber daya alam, material bernilai tambah, manufaktur, hingga teknologi masa depan," ujar Aryo.
Menurut Aryo, seluruh pengembangan ekosistem canggih tersebut membutuhkan dukungan supply chain dan material manufaktur lokal yang solid.
Pabrik STANIA di Batam sendiri telah diresmikan pada Juli 2025 dengan kapasitas produksi awal mencapai 2.000 ton per tahun. Saat ini, fasilitas tersebut fokus memproduksi solder bar dan terus berinovasi menggarap produk turunannya.
Baca Juga: Kinerja BUMN di Bawah Danantara Moncer, Timah jadi yang Tertinggi
"Kami ingin melihat timah Indonesia terus bergerak naik dalam rantai nilai dari komoditas menjadi material bernilai tambah, kemudian terhubung dengan industri electronic manufacturing, dan pada akhirnya mendukung ekosistem teknologi dan AI yang sedang dibangun di Indonesia," tambahnya.
