Obrolan Warteg: Tiada Kekuasaan Tanpa Batas

Kamis 10 Sep 2026, 08:45 WIB
Obrolan warteg edisi hari ini, Kamis, 10 September 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Obrolan warteg edisi hari ini, Kamis, 10 September 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh: Joko Lestari

Lagi ramai jadi perbincangan pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal kekuasaan bukan milik seseorang dan selamanya. Maknanya jelas, kekuasaan adalah amanat rakyat yang akan memiliki batas waktu.

Pidato politik itu disampaikan AHY pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026,

“Apa ada yang salah dalam pidato politik tersebut?” tanya bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Namanya pidato politik sah-sah saja, terlebih dalam rangkaian ulang tahun partainya. Kalaupun isinya memompa semangat para kader untuk memantapkan konsolidasi guna memenangkan pemilu mendatang juga, nggak masalah juga,” ujar mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Sikapi Prediksi Bencana Alam, Waspada Harus Panik Jangan

“Tapi masalahnya ini menyinggung soal kekuasaan bukan milik seseorang dan selamanya, sementara kekuasaan sekarang masih berjalan,” ujar Yudi.

“Itu tafsir politik. Jadi kalau pidato politik direspons dengan tafsir politik, juga sah–sah saja, nggak ada yang salah. Itulah demokrasi,” jelas mas Bro.

“Kalau ada yang menafsirkan itu sinyal AHY mau ikut kontestasi dalam pilpres mendatang, gimana?” tanya Yudi.

“Itu juga sah-sah saja. Namanya juga tafsir politik. Lagi pula ketum parpol ikut kontestasi bukan hal yang baru dan tabu. Hampir semua ketum parpol masuk kandidat capres-cawapres dalam setiap gelaran pemilu lima tahun sekali,” kata Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Cegah Paparan Abu Vulkanik, Sekolah Online Diperpanjang


Berita Terkait


News Update