Oleh : Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID – Bencana alam seperti gempa bumi, kebakaran hutan dan erupsi gunung berapi menerpa negeri kita belakangan ini. Terakhir erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyemburkan abu vulkanik hingga ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Soal ancaman bencana alam seperti letusan gunung berapi dan gempa bumi, memang bukan hal yang baru mengingat negeri kita terletak di Cincin Api Pasifik alias Ring of Fire dan persimpangan tiga lempeng tektonik utama di dunia.
“Jadi kita hidup di lingkaran api ya?,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan ban Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Tugas Mulia Ibu – Ibu Srikandi Jaga Desa
“Ya, nggak se – ekstrem itu tetapi bahwa negara kita rawan potensi gempa dan letusan gunung berapi, memang tidak terbantahkan,” tambah Yudi.
“Itu sisi lain dari negara kita yang subur makmur, gemah ripah loh jinawi. Bahan, diibaratkan tongkat kayu dan batu pun bisa jadi tanaman seperti syair lagu ciptaan band legendaris, Koes Plus,” urai mas Bro.
“Soal gempa bumi, belum lama ini beredar sebuah video pria asal Kanada yang menyebut Indonesia akan dilanda gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 7 hingga 9,” ujar Heri.
“Menyikapi hal tersebut, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) tidak menampik secara geografis bahwa Indonesia terletak di daerah rawan gempa. Data BMKG pun menyebutkan sepanjang tahun 2026 hingga Agustus, sudah terjadi dua kali gempa dengan kekuatan di atas Magnitudo 7,” kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Wacana Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda
“Meski begitu kapan tepatnya akan terjadi tidak bisa diprediksi secara pasti. Hingga saat ini belum ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi gempa secara akurat baik waktu maupun lokasinya secara persis,” jelas mas Bro.
