Obrolan Warteg: Warga Miskin Dibilang Kaya, Kok Bisa?

Selasa 01 Sep 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Selasa, 1 September 2026. (Sumber: Pos Kota/ Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Selasa, 1 September 2026. (Sumber: Pos Kota/ Arif Setiadi)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Lagi menjadi polemik peningkatan status rumah tangga yang sebelumnya dalam kategori sangat miskin mendadak menjadi keluarga dengan kemampuan ekonomi tinggi.

“Bagus dong, namanya terdapat peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Ya bagus, kalau kenyataannya demikian. Yang jadi soal peningkatan status ini tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Faktanya hidupnya masih miskin, dibilang sudah kaya, kok bisa?” kata Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Safari Loloskan PSI Ke Senayan

“Kalau hidup kita miskin, kemudian orang lain bilang sekarang sudah menjadi orang kaya, jawab saja amiin. Anggap saja itu doa untuk kita menjadi cepat kaya,”  urai mas Bro.

“Kalau yang bilang tetangga atau teman, menyikapinya boleh demikian. Tetapi ini menyangkut perubahan pemeringkatan kesejahteraan, data resmi yang dikeluarkan pemerintah yang disebut desil tak sesuai fakta sebenarnya,” ujar Yudi.

Seperti diberitakan, pemerintah akan membentuk tim lintas lembaga untuk mengevaluasi pendataan terkait penempatan warga dalam kelompok desil kesejahteraan.

Diketahui, desil merupakan pembagian kelompok penduduk berdasarkan tingkat kesejahteraan dengan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Desil membagi data penduduk menjadi 10 kelompok yang setara, dari desil 1 (paling miskin) hingga desil 10 (paling mampu, tingkat kesejahteraan tertinggi). 

Baca Juga: Obrolan Warteg: Integritas Perlu Realitas, Tak Sebatas Di Atas Kertas

Pemerintah menggunakan data desil dalam memberikan bantuan seperti bansos,sembako dan subsidi lainnya.


Berita Terkait


News Update