Apakah Keracunan Makanan Bisa Menyebabkan Hilang Ingatan? Ini Penjelasan Medisnya

Rabu 09 Sep 2026, 21:23 WIB
Ilustrasi keracunan makanan (Sumber: WIkimedia Commons)
Ilustrasi keracunan makanan (Sumber: WIkimedia Commons)

Ada pula jenis keracunan tertentu yang secara medis memang dapat menyebabkan gangguan memori. Salah satunya adalah amnesic shellfish poisoning, yaitu keracunan akibat paparan asam domoat yang dapat ditemukan pada kerang atau makanan laut tertentu. CDC mencatat kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang kemudian diikuti kebingungan, gangguan kognitif, kejang, hingga kehilangan ingatan.

Namun, fakta tersebut tidak berarti asam domoat ditemukan dalam kasus Febiola. Belum ada bukti yang menghubungkan toksin tersebut dengan makanan MBG yang dikonsumsi korban.

Baca Juga: Cara Cek Penerbangan di Bandara Soetta Online, Ketahui Jadwal hingga Status Keberangkatan

Hal Penting yang Perlu Dipahami dari Kasus Ini

Keracunan makanan bisa berkaitan dengan gangguan saraf, tetapi kondisi tersebut relatif jarang dan bergantung pada penyebabnya.

Hilang ingatan tidak otomatis berarti amnesia akibat keracunan. Diagnosis membutuhkan pemeriksaan medis.

Kejang dan gangguan kesadaran perlu dievaluasi secara menyeluruh, termasuk kemungkinan gangguan neurologis dan metabolik.

Temuan bakteri pada makanan belum otomatis menjelaskan gangguan ingatan. Hubungan sebab-akibat harus dibuktikan melalui pemeriksaan pasien dan investigasi sumber makanan.

Kasus Febiola masih dalam proses pemeriksaan. Hasil neurologi, psikiatri, EEG dan pemeriksaan lainnya menjadi bagian penting untuk mencari penyebab sebenarnya.

Pada akhirnya, pertanyaan apakah keracunan makanan bisa menyebabkan hilang ingatan memiliki jawaban: bisa dalam kondisi tertentu, tetapi tidak umum dan tidak dapat langsung disimpulkan dari satu kasus.

Dalam kasus Febiola, hubungan waktu antara dugaan keracunan dan munculnya gangguan ingatan memang menjadi hal yang perlu diperhatikan. Namun, penyebab medisnya tetap harus menunggu hasil pemeriksaan dokter.

Karena itu, kasus ini sebaiknya tidak hanya dilihat dari dugaan jenis bakteri atau istilah “amnesia 70 persen”, tetapi dari keseluruhan bukti medis dan hasil investigasi keamanan pangan.


Berita Terkait


News Update