Sterilkan Jalan dari Debu Anak Krakatau, Polres Serang Terjunkan Mobil Water Cannon

Senin 07 Sep 2026, 17:47 WIB
Kendaraan mobil water cannon membersihkan debu vulkanik di jalur arteri Kabupaten Serang, Senin, 7 September 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)
Kendaraan mobil water cannon membersihkan debu vulkanik di jalur arteri Kabupaten Serang, Senin, 7 September 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Polres Serang mengerahkan kendaraan taktis water cannon guna menyiram dan membersihkan paparan debu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di wilayah Kabupaten Serang, Senin, 7 September 2026.

Penyemprotan difokuskan di sepanjang jalur arteri, mulai dari kawasan Ciruas hingga Kragilan. Langkah respons cepat ini diambil guna meminimalisasi debu vulkanik yang beterbangan karena berpotensi mengganggu jarak pandang pengendara serta mengancam kesehatan saluran pernapasan masyarakat.

Kabagops Polres Serang, AKP Hery Wiyono mengatakan, armada penyiram air akan terus disiagakan untuk menyisir titik-titik rawan tumpukan abu vulkanik di kawasan Kabupaten Serang.

“Kegiatan penyemprotan debu ini akan terus kami lakukan di titik-titik lainnya. Kami akan melihat kondisi di lapangan dan melakukan penyiraman pada lokasi yang membutuhkan,” kata Hery, Senin, 7 September 2026.

Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Udara Jakarta, Pemprov Kerahkan Water Mist

Warga Diberi Masker Gratis

Selain menerjunkan armada water cannon, personel Polres Serang bersama jajaran Polsek setempat turut membagikan masker secara gratis kepada para pengguna jalan dan warga sekitar yang beraktivitas di luar ruangan.

Hery mengimbau masyarakat untuk melengkapi diri dengan alat pelindung tambahan seperti kacamata guna mencegah iritasi mata, serta menyarankan warga untuk membatasi kegiatan di luar rumah jika tidak ada urusan mendesak.

Di samping perlindungan fisik, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar atau kabar hoaks terkait erupsi Gunung Anak Krakatau yang marak beredar di media sosial.

"Masyarakat diminta mengikuti informasi dan perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau melalui sumber resmi pemerintah agar tidak menimbulkan kepanikan," ucapnya.


Berita Terkait


News Update