POSKOTA.CO.ID - Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda mengalami erupsi sejak Jumat, 4 September 2026. Erupsi ini masih terus berlanjut hingga Sabtu, 5 September dan Minggu 6 September 2026 pagi hari yang membuat statusnya naik ke level III atau siaga.
Erupsi yang berlangsung terus menerus ini bahkan menyebabkan abu vulkanik yang dilontarkan sampai ke wilayah Lampung, DKI Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat.
Berdasarkan sejumlah rekaman video yang beredar luas di media sosial, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau membuat bagian depan rumah hingga kendaraan milik masyarakat tertutup abu.
Baca Juga: PJJ di Jakarta Sampai Tanggal Berapa? Simak Informasi Jadwal Sekolah dari Rumah
Tak hanya itu, sejumlah penerbangan di Bandara Soekarno Hatta maupun beberapa bandara lainnya, baik di dalam maupun ke luar negeri dibatalkan sebagai upaya menjaga keselamatan penumpang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta juga telah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah di ibu kota demi menjaga anak-anak terkena paparan abu vulkanik.
Lantas, apakah Gunung Anak Krakatau masih erupsi lagi pada hari ini?
Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi?
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM sebelumnya mengumumkan bahwa erupsi gunung Anak Karakatau yang sudah berlangsung sekitar 25 jam akhirnya berhenti.
Meski aktivitas vulkaniknya mengalami penurunan, namun statusnya masih berada di level III dan tetap berpotensi mengalami erupsi susulan.
Baca Juga: Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov Jakarta Berlakukan KBM Jarak Jauh Mulai 7 September
Pada Minggu, 6 September 2026 malam pukul 20.23 WIB, Anak Karakatau kembali erupsi dengan amplitudo maksimum 58 milimeter dan berlangsung selama 44 detik.
