Erupsi Strombolian Gunung Anak Krakatau Seberapa Berbahaya? Kenali Ciri dan Material Lontarannya

Senin 07 Sep 2026, 14:54 WIB
Gunung Anak Krakatau memasuki fase erupsi Strombolian. (Sumber: X/@indepenSumatera)
Gunung Anak Krakatau memasuki fase erupsi Strombolian. (Sumber: X/@indepenSumatera)

Baca Juga: Perkuat Konektivitas Luar Jawa, InfraNexia dan XLSMART Sepakati Kerjasama Infrastruktur di BATIC 2026

Material Apa Saja yang Dapat Terlontar?

Erupsi Strombolian umumnya menghasilkan sejumlah material vulkanik yang keluar dari kawah melalui ledakan. Material tersebut memiliki ukuran dan karakter yang berbeda.

Beberapa material yang umum ditemukan dalam erupsi tipe Strombolian antara lain:

  • Bom vulkanik, yakni material magma berukuran relatif besar yang terlontar ketika masih panas dan dapat mengalami perubahan bentuk saat berada di udara.
  • Lapili, berupa fragmen vulkanik berukuran lebih kecil dibandingkan bom vulkanik.
  • Abu vulkanik, berupa partikel sangat halus yang dapat terbawa angin ke wilayah yang lebih jauh.
  • Scoria, yaitu batuan vulkanik berongga yang terbentuk dari magma kaya gas dan mengalami pendinginan setelah terlontar.
  • Material pijar, yang dapat terlihat sebagai semburan atau lontaran berwarna merah-oranye ketika terjadi pada kondisi gelap.

Material-material tersebut dapat menumpuk di sekitar kawah dan membentuk lapisan baru pada tubuh gunung api.

Baca Juga: Perkuat Konektivitas Luar Jawa, InfraNexia dan XLSMART Sepakati Kerjasama Infrastruktur di BATIC 2026

Ciri-ciri Letusan Strombolian

Untuk memahami karakter erupsi Strombolian, terdapat sejumlah ciri yang dapat menjadi pembeda dengan tipe letusan lainnya.

1. Lontaran Material Vulkanik

Erupsi Strombolian banyak ditandai dengan lontaran material padat seperti bom vulkanik, lapili, abu, dan scoria.

Material yang masih panas dapat terlihat berpijar ketika terlontar dari kawah.

2. Ledakan Terjadi Secara Berkala

Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah adanya ledakan yang berlangsung secara berkala. Jeda antarletusan dapat berbeda-beda tergantung kondisi sistem vulkanik.

Pola tersebut terjadi karena proses pembentukan dan pelepasan gelembung gas di dalam magma terus berulang.

3. Magma Relatif Cair

Erupsi Strombolian umumnya berkaitan dengan magma yang cukup cair sehingga gas dapat bergerak dan terkumpul dalam bentuk gelembung.

Kondisi magma tersebut memungkinkan terjadinya pelepasan gas secara episodik yang kemudian memicu ledakan.

4. Tidak Selalu Membentuk Kolom Abu Tinggi


Berita Terkait


News Update