Erupsi Strombolian Gunung Anak Krakatau Seberapa Berbahaya? Kenali Ciri dan Material Lontarannya

Senin 07 Sep 2026, 14:54 WIB
Gunung Anak Krakatau memasuki fase erupsi Strombolian. (Sumber: X/@indepenSumatera)
Gunung Anak Krakatau memasuki fase erupsi Strombolian. (Sumber: X/@indepenSumatera)

Baca Juga: 6 Daftar Bandara yang Ditutup Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau Hari Ini, Terbaru Husein Sastranegara

Apa Itu Letusan Strombolian?

Istilah Strombolian diambil dari nama Gunung Stromboli, sebuah gunung api yang berada di pulau vulkanik di antara Sisilia dan Italia.

Gunung Stromboli dikenal memiliki aktivitas erupsi yang berlangsung sangat lama.

Letusannya yang secara berkala memancarkan cahaya pijar membuat gunung tersebut mendapatkan julukan sebagai "Mercusuar Mediterania".

Dalam kajian vulkanologi, tipe Strombolian dikenal sebagai salah satu bentuk letusan eksplosif dengan energi relatif rendah hingga sedang.

Letusannya tidak selalu menghasilkan kolom erupsi yang menjulang tinggi dan berlangsung terus-menerus.

Sebaliknya, aktivitas Strombolian lebih sering ditandai oleh ledakan-ledakan singkat yang melontarkan material vulkanik dari kawah.

Material tersebut dapat berupa bom vulkanik, lapili, abu, maupun fragmen batuan pijar.

Bagaimana Proses Terjadinya Erupsi Strombolian?

Salah satu mekanisme penting dalam erupsi Strombolian adalah terbentuknya gelembung gas berukuran besar di dalam magma.

Gelembung gas tersebut dapat bergerak naik melalui saluran magma menuju permukaan.

Ketika gelembung tersebut mencapai bagian atas saluran dan pecah, tekanan gas dilepaskan secara tiba-tiba.

Pelepasan energi tersebut kemudian menghasilkan ledakan yang membawa magma dan material vulkanik ke udara.


Berita Terkait


News Update