Untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, tim gabungan memperketat patroli di kawasan rawan bencana, termasuk mengosongkan area wisata Danau Lau Kawar.
Hasil pemantauan terbaru pada Jumat, 4 September 2026 sore menunjukkan kawah utama Sinabung masih menyemburkan asap putih tebal setinggi 300 hingga 500 meter.
Beberapa wilayah yang tercatat terdampak sebaran abu cukup parah meliputi:
Baca Juga: Getaran Erupsi Gunung Anak Krakatau Terasa hingga Pandeglang, Warga Sempat Panik Keluar Rumah
- Kecamatan Simpang Empat: Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah (warga dievakuasi ke Desa Sukatepu).
- Kecamatan Payung: Desa Payung (dalam status siaga evakuasi lanjutan).
- Sektor Pertanian: Lahan pertanian luas dilaporkan tertutup abu vulkanik dan tingkat kerusakannya masih dalam pendataan tim gabungan.
Sedangkan untuk zona bahaya, PVMBG dan BNPB mengeluarkan imbauan tegas bagi warga dan wisatawan, yaitu:
- Warga dilarang mendekati area dalam radius 3 km dari puncak, serta radius sektoral 6 km ke arah Selatan-Tenggara.
- Masyarakat diminta tidak memasuki desa-desa yang secara resmi telah direlokasi sebelumnya.
- Warga di sekitar bantaran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama saat curah hujan tinggi.
BNPB memastikan evaluasi status Gunung Sinabung akan terus dilakukan secara berkala sesuai dengan perkembangan aktivitas vulkanik di lapangan.
"Evaluasi status Gunung Sinabung akan dilakukan secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan pada aktivitas gunung api," tegas Berton
