POSKOTA.CO.ID - Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur sejak Senin, 3 Agustus 2026.
Hingga Kamis, 6 Agustus 2026, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 70 hectare.
Kondisi tersebut membuat sejumlah jalur wisata menuju Gunung Bromo harus ditutup sementara demi menjaga keselamatan pengunjung sekaligus mempermudah proses penanganan di lapangan.
Selain berdampak terhadap ekosistem di kawasan konservasi, kebakaran ini juga memengaruhi aktivitas pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekitar TNBTS.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih berupaya memutus jalur rambatan api agar kebakaran tidak semakin meluas ke kawasan hutan lainnya.
Baca Juga: TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove, Tumbuhkan Ketahanan Ekosistem di Pesisir Indonesia
Prioritas utama adalah mengendalikan titik-titik api yang masih aktif sekaligus melindungi kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis tinggi.
Upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Probolinggo, Balai Besar TNBTS, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ngadas.
Meski personel terus disiagakan di lapangan, proses pemadaman menghadapi berbagai kendala.
Salah satu tantangan terbesar adalah lokasi kebakaran yang berada di kawasan perbukitan dengan akses yang sulit dijangkau kendaraan maupun peralatan pemadam.
Selain faktor medan, kondisi cuaca yang kering disertai embusan angin membuat bara api mudah menyala kembali meskipun sebagian titik telah berhasil dipadamkan.
