Puncak Musim Kemarau September 2026, BMKG Ungkap Wilayah yang Perlu Diwaspadai

Kamis 03 Sep 2026, 11:42 WIB
Ilustrasi daun kering di musim kemarau (Sumber: Wilkimedia Commons)
Ilustrasi daun kering di musim kemarau (Sumber: Wilkimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID - Sejumlah wilayah Indonesia diprediksi baru memasuki puncak musim kemarau September 2026. Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian daerah juga diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Prediksi tersebut tercantum dalam dokumen Pemutakhiran Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dalam pemutakhiran tersebut, BMKG mencatat sebanyak 169 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 25,41 persen dari luas daratan Indonesia diperkirakan mencapai puncak kemarau pada September.

Angka itu berada di bawah jumlah wilayah yang diprediksi mencapai puncak kemarau pada Agustus. Sebanyak 369 ZOM atau sekitar 48,84 persen luas daratan Indonesia diprakirakan mengalami kondisi tersebut pada Agustus 2026.

Artinya, meski Agustus menjadi periode puncak bagi sebagian besar wilayah, masih ada kawasan yang harus menghadapi kondisi paling kering pada September.

Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos September 2026 Secara Online, Siapkan NIK KTP

Daftar Wilayah yang Diprediksi Mencapai Puncak Kemarau

Berdasarkan pemutakhiran BMKG, wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau September 2026 tersebar di beberapa kawasan Indonesia.

Berikut sejumlah wilayah yang masuk dalam prediksi tersebut:

  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Sebagian besar Sumatera Selatan
  • Lampung
  • Sebagian wilayah Jawa
  • Sebagian besar Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan bagian selatan
  • Sebagian besar Sulawesi
  • Sebagian besar Maluku Utara
  • Sebagian wilayah Maluku
  • Papua Pegunungan bagian tengah

Wilayah tersebut tidak berarti seluruh daerah dalam provinsi bersangkutan akan mengalami kondisi yang sama. BMKG menggunakan pembagian Zona Musim untuk menggambarkan karakteristik musim secara lebih spesifik.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat prediksi berdasarkan nama provinsi, tetapi juga memperhatikan informasi cuaca dan iklim yang berlaku di wilayah masing-masing.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Keluarkan Larangan Pendakian Gunung di Jabar Saat Kemarau, Ini Alasannya

Prediksi Kemarau Lebih Kering dan Panjang

Pemutakhiran BMKG tidak hanya melihat kapan musim kemarau mencapai puncaknya. Karakteristik dan durasi musim juga menjadi bagian dari analisis.

BMKG memprediksi sebanyak 482 ZOM atau sekitar 56,18 persen luas daratan Indonesia mengalami sifat musim kemarau Bawah Normal. Kondisi tersebut menunjukkan musim diperkirakan lebih kering dibandingkan rata-rata normalnya.

Selain itu, durasi kemarau pada 437 ZOM atau sekitar 48,77 persen luas daratan Indonesia diprakirakan lebih panjang dari kondisi normal.

Perubahan prediksi juga terjadi pada sejumlah wilayah. Beberapa ZOM yang sebelumnya diperkirakan mencapai puncak kemarau pada Agustus mengalami pergeseran menjadi September. Wilayah yang mengalami perubahan tersebut antara lain berada di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi.

Pemutakhiran ini dibuat berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer dan iklim hingga Mei 2026. BMKG juga mencatat terdapat 218 ZOM yang mengalami perubahan prediksi setidaknya pada satu parameter musim, baik terkait awal musim, sifat, puncak maupun durasinya.

Dengan kondisi tersebut, puncak musim kemarau September 2026 patut menjadi perhatian, terutama bagi daerah yang berpotensi mengalami periode kering lebih lama. Masyarakat dapat menggunakan informasi BMKG sebagai acuan untuk menyesuaikan kebutuhan air, aktivitas luar ruangan, hingga kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin muncul selama periode kemarau.


Berita Terkait


News Update