Puncak Musim Kemarau September 2026, BMKG Ungkap Wilayah yang Perlu Diwaspadai

Kamis 03 Sep 2026, 11:42 WIB
Ilustrasi daun kering di musim kemarau (Sumber: Wilkimedia Commons)
Ilustrasi daun kering di musim kemarau (Sumber: Wilkimedia Commons)

Pemutakhiran BMKG tidak hanya melihat kapan musim kemarau mencapai puncaknya. Karakteristik dan durasi musim juga menjadi bagian dari analisis.

BMKG memprediksi sebanyak 482 ZOM atau sekitar 56,18 persen luas daratan Indonesia mengalami sifat musim kemarau Bawah Normal. Kondisi tersebut menunjukkan musim diperkirakan lebih kering dibandingkan rata-rata normalnya.

Selain itu, durasi kemarau pada 437 ZOM atau sekitar 48,77 persen luas daratan Indonesia diprakirakan lebih panjang dari kondisi normal.

Perubahan prediksi juga terjadi pada sejumlah wilayah. Beberapa ZOM yang sebelumnya diperkirakan mencapai puncak kemarau pada Agustus mengalami pergeseran menjadi September. Wilayah yang mengalami perubahan tersebut antara lain berada di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi.

Pemutakhiran ini dibuat berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer dan iklim hingga Mei 2026. BMKG juga mencatat terdapat 218 ZOM yang mengalami perubahan prediksi setidaknya pada satu parameter musim, baik terkait awal musim, sifat, puncak maupun durasinya.

Dengan kondisi tersebut, puncak musim kemarau September 2026 patut menjadi perhatian, terutama bagi daerah yang berpotensi mengalami periode kering lebih lama. Masyarakat dapat menggunakan informasi BMKG sebagai acuan untuk menyesuaikan kebutuhan air, aktivitas luar ruangan, hingga kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin muncul selama periode kemarau.


Berita Terkait


News Update