Obrolan Warteg: Perkuat Patroli Siber Cegah Tawaran Kerja Fiktif di Luar Negeri

Kamis 03 Sep 2026, 10:57 WIB
Obrolan warteg edisi hari ini, Kamis, 3 September 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Obrolan warteg edisi hari ini, Kamis, 3 September 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh: Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Langkah baru dilakukan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk mencegah penyebaran iklan lowongan kerja fiktif di luar negeri yang berpotensi merekrut pekerja migran secara nonprosedural.

Caranya dengan memperkuat patroli siber seperti memonitor iklan-iklan lowongan kerja fiktif, yang biasanya dikemas sedemikian rupa sehingga menarik perhatian publik

Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dalam konferensi pers di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu, 2 September 2026, masyarakat diharapkan lebih mewaspadai iklan-iklan seperti itu.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Jangan Ukur Jumlah Rapat, tapi Manfaat yang Didapat

Menurutnya, sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 7.908 tautan iklan lowongan kerja telah diturunkan (ditutup).

“Ini upaya melindungi pekerja migran tidak terjebak konten yang menyesatkan an membahayakan serta berpotensi merugikan,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Setuju, iklan-iklan itu bisa menyesatkan karena menjanjikan gaji besar, dan fasilitas menggiurkan lainnya,” tambah Yudi.

“Intinya masyarakat jangan tergiur lowongan kerja yang menggirkan, tetapi tidak logis. Carilah iklan yang yang menjanjikan lowongan kerja, tetapi faktual adanya, tidak mengada-ada seperti di media kita ini iklan loker sudah teruji layak dipercaya,” urai mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Warga Miskin Dibilang Kaya, Kok Bisa?

“Promosi nih, ye?” sindir Yudi.


Berita Terkait


News Update