I Wayan Koster Partai Apa? Ini Profil Gubernur Bali yang Viral Usai Jawab 'Diam Kamu' kepada Warga

Kamis 03 Sep 2026, 08:22 WIB
Gubernur Bali I Wayan Koster tengah menjadi sorotan usai memberikan respons singkat ketika seorang pria menyampaikan pertanyaan mengenai penyediaan lapangan pekerjaan. (Sumber: Instagram/@kostergubernurbali)
Gubernur Bali I Wayan Koster tengah menjadi sorotan usai memberikan respons singkat ketika seorang pria menyampaikan pertanyaan mengenai penyediaan lapangan pekerjaan. (Sumber: Instagram/@kostergubernurbali)

POSKOTA.CO.ID - Gubernur Bali I Wayan Koster tengah menjadi sorotan usai memberikan respons singkat ketika seorang pria menyampaikan pertanyaan mengenai penyediaan lapangan pekerjaan.

Dalam video tersebut, Koster terlihat tengah berada di sebuah lokasi ketika seorang pria menghampirinya dan menyampaikan pertanyaan mengenai persoalan lapangan pekerjaan di Bali.

Pria tersebut kemudian meminta tanggapan Koster sebagai pemangku jabatan di Bali mengenai langkah pemerintah dalam menyediakan kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Bapak izin pak, apa tanggapan bapak sebagai pemangku jabatan di Bali untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat?” ujar pria tersebut dalam video yang beredar.

Pertanyaan itu kemudian mendapat respons singkat dari Koster. Dalam rekaman yang beredar, Gubernur Bali itu terdengar hanya menjawab secara sepintas.

“Diam kamu,” ujar dia menjawab dengan sekilas.

Lantas, I Wayan Koster sebenarnya berasal dari partai apa? Bagaimana perjalanan pendidikan dan karier politiknya hingga dapat menduduki kursi Gubernur Bali?

Berikut profil dan perjalanan politik I Wayan Koster selengkapnya yang tengah menjadi sorotan.

Baca Juga: Gempa Cianjur Bukan Megathrust Selat Sunda, BMKG: Tak Berdampak hingga Jakarta

I Wayan Koster Partai Apa?

I Wayan Koster adalah kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Koster merupakan politikus asal Bali yang memiliki perjalanan panjang di dunia politik nasional maupun daerah.

Sebelum menjadi gubernur, ia dikenal sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) yang mewakili Provinsi Bali.

Koster lahir di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, pada 20 Oktober 1962.

Dia dikenal sebagai politikus dan ekonom Indonesia yang kemudian dipercaya menjadi Gubernur Bali.

Dalam perjalanan politiknya, Koster tercatat pernah menjabat sebagai anggota DPR-RI selama tiga periode, yakni dari 2004 hingga 2018.

Selain dikenal sebagai politikus, Koster memiliki latar belakang pendidikan di bidang matematika dan pendidikan.

Dirinya menyelesaikan pendidikan dua belas tahun pertamanya di Bali, mulai 1968 hingga lulus SMA pada 1980.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Koster kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Bandung.

Koster menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di perguruan tinggi tersebut, ia mengambil bidang matematika dan menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 1987.

Setelah itu, Koster melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Ia tercatat memperoleh gelar master pada 1995 dan gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta pada 1999.

Setelah memperoleh gelar sarjana, Koster bekerja di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai peneliti pada periode 1988 hingga 1995.

Pengalaman tersebut kemudian dilanjutkan dengan aktivitasnya sebagai dosen tidak tetap di sejumlah perguruan tinggi.

Baca Juga: Ekonomika Pancasila: Beyond Oligark State

Dia tercatat pernah mengajar di Universitas Tarumanagara, Universitas Pelita Harapan, Universitas Negeri Jakarta, serta sejumlah lembaga lainnya.

Karier politik Koster mulai semakin terlihat ketika ia bergabung dalam aktivitas PDI-P. Pada 2003, Koster tercatat menjadi staf ahli di PDI-P.

Setahun kemudian, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI melalui PDI-P.

Dalam Pemilu 2004, Koster berhasil mendapatkan kursi di parlemen dan menjadi salah satu wakil rakyat dari daerah pemilihan Bali.

Kemudian, pada 2018, Koster mencalonkan diri dalam pemilihan umum gubernur Bali.

Dalam kontestasi itu, Koster berpasangan dengan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati.

Pasangan tersebut berhasil memenangkan pemilihan dengan perolehan 57,68 persen suara.

Kemenangan ini membawa Koster ke posisi sebagai Gubernur Bali. Ia kemudian dilantik pada 5 September 2018.

Masa jabatan tersebut berlangsung hingga 2023. Setelah itu, Koster kembali mencalonkan diri dalam kontestasi politik Bali dan kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin provinsi tersebut.

Dia pun kembali menjabat sebagai Gubernur Bali sejak 20 Februari 2025.


Berita Terkait


News Update