Jakarta Belum Puya Peta Evakuasi Gempa Terbaru

Rabu 02 Sep 2026, 18:42 WIB
Ilustrasi gempa megathrust. (Sumber: Freepik/@upklyak)
Ilustrasi gempa megathrust. (Sumber: Freepik/@upklyak)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta belum memiliki peta evakuasi gempa bumi terbaru yang mencakup seluruh wilayah secara komprehensif. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan di tengah tingginya kepadatan bangunan dan jumlah penduduk Ibu Kota yang membuat tingkat risiko bencana gempa kian melambung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan, dokumen peta evakuasi bencana yang terpadu untuk wilayah Jakarta memang belum tersedia.

"Belum tersedia peta evakuasi gempa terbaru yang mencakup seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta secara komprehensif, tetapi ke depannya akan dilakukan penyusunan peta evakuasi gempa," kata Marulitua saat dikonfirmasi, Rabu, 2 September 2026.

Ancaman Megathrust Selat Sunda M9,0

Selain belum memetakan jalur evakuasi, BPBD Jakarta juga belum mendata titik kumpul secara terintegrasi di seluruh wilayah administratif. Padahal, Jakarta sempat mengikuti simulasi mitigasi megathrust berskala magnitudo 9,0 dengan sumber gempa dari Selat Sunda bersama kementerian terkait pada akhir Agustus 2026.

Baca Juga: Gempa Cianjur Bukan Megathrust Selat Sunda, BMKG: Tak Berdampak hingga Jakarta

“Belum tersedia data terintegrasi mengenai jumlah dan sebaran titik evakuasi gempa di seluruh wilayah DKI Jakarta,” ujarnya.

Skenario simulasi tersebut menggambarkan Jakarta diguncang gempa kuat berintensitas VII-VIII MMI selama 60 detik yang berpotensi merubuhkan struktur bangunan. Marulitua mengungkapkan, kerentanan fisik bangunan-bangunan tua dan tinggi di Jakarta menjadi tantangan mitigasi yang paling berat.

Identifikasi dan penguatan struktur bangunan eksisting yang rentan gempa diakui belum optimal karena membutuhkan anggaran besar, data teknis komprehensif, serta koordinasi antarinstansi yang rumit.

“Kendala terbesar adalah tingginya kerentanan bangunan dan infrastruktur eksisting serta belum optimalnya identifikasi dan penguatan bangunan yang rentan terhadap gempa,” ucapnya.

Baca Juga: Update Terbaru Korban Gempa NTT Tembus 100 Jiwa, 180 Ribu Orang Mengungsi

Guna menekan potensi dampak terburuk, Pemprov Jakarta kini memfokuskan strategi pencegahan melalui pemutakhiran kajian risiko bencana, penguatan kapasitas relawan, serta pelaksanaan gladi kesiapsiagaan secara berkala di sekolah, perkantoran, dan fasilitas umum.


Berita Terkait


News Update