Pengamat Sebut El Nino hingga Biaya Pakan Ternak Picu Harga Bahan Pokok Naik

Selasa 01 Sep 2026, 18:09 WIB
Aktivitas niaga di pasar tradisional Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 1 September 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)
Aktivitas niaga di pasar tradisional Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 1 September 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

"Bahan pakan ini barang impor, bahan pakan untuk peternak. Ini bahan pakannya tinggi tapi harganya nanti lebih murah. Nah, ini tidak seimbang. Sehingga membuat harga-harga naik," tutur Ibrahim.

Dampak kenaikan harga tersebut menurut Ibrahim sudah terlihat di pasar tradisional. Ia mencontohkan harga buncis yang sebelumnya sekitar Rp15 ribu per kilogram dapat meningkat hingga Rp35 ribu per kilogram ketika pasokan berkurang dan harga jual menjadi terlalu tinggi bagi konsumen.

"Yang tidak ada itu adalah buncis. Itu buncis tidak ada karena harganya lebih mahal. Kemudian harga timun, itu pun juga mahal luar biasa. Akhirnya konsumen tidak mau beli," tuturnya.

Dengan demikian, kata Ibrahim, kenaikan harga bapok tidak hanya disebabkan satu faktor. Gangguan produksi akibat cuaca, berkurangnya pasokan, tingginya biaya pakan dan potensi kenaikan ongkos distribusi menjadi sejumlah faktor yang dapat mendorong harga pangan semakin tinggi di pasar.


Berita Terkait


News Update