Hadapi Musim Kemarau, 3.000 Jemaah Salat Istisqa di Masjid Agung Al Azhar

Selasa 01 Sep 2026, 18:31 WIB
Kegiatan salat Istisqa di Lapangan Hijau Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 1 September  2026, pagi. (Sumber: Dok. Istimewa)
Kegiatan salat Istisqa di Lapangan Hijau Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 1 September 2026, pagi. (Sumber: Dok. Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sekitar 3.000 jemaah mengikuti salat Istisqa di Lapangan Hijau Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 1 September 2026. Salat untuk memohon diturunkannya hujan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar umat Islam di tengah kondisi kekeringan dan rangkaian bencana yang terjadi di sejumlah daerah Indonesia.

"Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB itu diikuti keluarga besar Al Azhar bersama masyarakat umum. Pelaksanaan salat Istisqa tersebut juga dilakukan bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI)," kata Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar, Tatang Komara kepada awak media, Selasa, 1 September 2026.

Tatang mengatakan, pelaksanaan shalat Istisqa merupakan bentuk respons pengurus masjid terhadap kondisi yang tengah dihadapi masyarakat. Menurutnya, selain melakukan upaya nyata, umat Islam dapat menghadapi situasi tersebut dengan memperbanyak doa, istigfar dan introspeksi diri.

“Sebagai seorang muslim, kita merespons itu dengan berdoa dan beristigfar. Kita muhasabah. Salah satu upaya kita bagaimana supaya Allah secepatnya menurunkan hujan, maka dalam syariat agama Islam ada yang namanya salat Istisqa,” ujarnya.

Baca Juga: Kemarau Panjang Intai Jakarta, 1.163 Kebakaran Terjadi

Menurutnya, pelaksanaan salat merupakan tindak lanjut dari surat DMI yang mendorong Masjid Agung Al Azhar menjadi salah satu pelopor pelaksanaan salat Istisqa di Jakarta. Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Ketua Umum DMI Pusat sekaligus mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama jajaran.

Menurut Tatang, Jusuf Kalla mengapresiasi pelaksanaan salat Istisqa tersebut dan mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berdiam diri menghadapi berbagai musibah. Masyarakat didorong untuk tetap melakukan ikhtiar sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Dengan musibah yang bertubi-tubi itu kita tidak boleh berdiam diri. Perlu ikhtiar dan berdoa,” ucapnya mengutip pesan Wakil Presiden ke-10 dan 12 itu.

Selain doa dan ikhtiar, jemaah juga diajak menjadikan kondisi kekeringan serta berbagai musibah sebagai momentum untuk melakukan muhasabah. Introspeksi diperlukan untuk mengevaluasi kemungkinan adanya kekhilafan, dosa maupun kelalaian yang dilakukan manusia.

Baca Juga: Kemarau Ekstrem Landa Jakarta, BPBD Waspadai Kebakaran dan Krisis Air Bersih

Dalam kesempatan tersebut, Khatib Dr. KH. Zahrudin Sulthani, M.A menyampaikan khutbah bertema “Hemat Energi” dan mengingatkan jemaah agar tidak menganggap air serta sumber daya alam sebagai sesuatu yang tersedia tanpa batas. Pesan dalam khutbah tersebut juga menekankan pentingnya memperkuat kesadaran tauhid dengan mengingat bahwa Allah SWT merupakan pihak yang mendatangkan hujan sekaligus menumbuhkan berbagai tanaman sebagai sumber kehidupan.

Menurut Tatang, salat Istisqa di Masjid Agung Al Azhar menjadi kegiatan perdana yang digelar di lingkungan Al Azhar Jakarta pada tahun ini. Kegiatan serupa selanjutnya akan dilaksanakan secara bergantian di sejumlah masjid Al Azhar lainnya.

“Kami sudah instruksikan ke teman-teman di masjid. Ada di Sentra Primer, Cakung, kemudian di Cikarang, kemudian di Bintaro,” tuturnya.

Ia berharap, gerakan tersebut dapat menjadi ikhtiar bersama sekaligus mendorong masyarakat di berbagai daerah untuk melaksanakan salat Istisqa sesuai kondisi wilayah masing-masing. Jusuf Kalla juga disebut mengimbau masyarakat untuk melakukan salat Istisqa sebagai salah satu bentuk usaha menghadapi kondisi kekeringan.

“Pak JK juga menghimbau masyarakat untuk melakukan salat Istisqa ini di mana mereka berada sebagai ikhtiar kita,” katanya.

Galang Bantuan Kemanusiaan

Selain memanjatkan doa untuk turunnya hujan, Al Azhar juga terus melakukan aksi sosial bagi masyarakat yang terdampak bencana. Penggalangan bantuan telah dilakukan sejak sekitar satu bulan lalu dengan melibatkan unit-unit pendidikan Al Azhar di berbagai wilayah Indonesia.

Dari sekitar 270 unit sekolah Al Azhar di Indonesia, siswa dan warga sekolah turut dilibatkan dalam kegiatan penggalangan bantuan sekaligus diberikan edukasi mengenai kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Pengumpulan donasi kembali dilakukan melalui Relawan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar saat pelaksanaan salat Istisqa. Tatang menyebut dana yang berhasil dihimpun dalam kegiatan tersebut berada di kisaran Rp8 juta hingga Rp10 juta.

Bantuan yang disalurkan Al Azhar ke sejumlah wilayah terdampak bencana mencakup makanan siap saji, selimut dan pakaian. Selain itu, bantuan juga diberikan dalam bentuk dukungan rumah singgah, penyediaan sumur air bersih hingga ambulans untuk membantu proses evakuasi dan pengangkutan warga yang sakit maupun terdampak musibah.


Berita Terkait


News Update